MARKET DATA

China Gila-gilaan Borong Emas dalam 21 Bulan, Numpuk 2.366 Ton

Salma Laiqa,  CNBC Indonesia
08 September 2026 15:32
Infografis: 10 Negara dengan  Cadangan Emas Terbesar
Foto: Infografis/ 10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar /Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral dunia kembali memborong emas. Data terbaru yang dipublikasikan World Gold Council (WGC) menunjukkan pembelian bersih emas oleh bank sentral mencapai 23 ton pada Juli 2026, dengan China dan Polandia menjadi pembeli terbesar pada bulan tersebut.

Secara kumulatif, pembelian emas yang dilaporkan bank sentral sepanjang Januari-Juli 2026 telah mencapai sekitar 130 ton.

Meski lebih rendah dibandingkan sekitar 160 ton pada periode yang sama tahun lalu, tren akumulasi emas masih berlanjut di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebutuhan diversifikasi cadangan.

Polandia Jadi Pembeli Emas Terbesar 2026

Polandia menjadi negara paling agresif menambah emas sepanjang 2026. National Bank of Poland membeli sekitar 8 ton pada Juli, sehingga total pembelian sejak awal tahun mencapai 90 ton.


Jumlah tersebut membuat Polandia menjadi pembeli emas bank sentral terbesar dunia sepanjang tahun ini. Total cadangan emas negara itu kini mencapai sekitar 640 ton, setara sekitar 28% dari total cadangannya dan semakin mendekati target 700 ton.

China berada di posisi kedua dengan tambahan sekitar 60 ton sepanjang 2026. Uzbekistan menyusul sekitar 40 ton, sementara Kazakhstan telah mengakumulasi sekitar 29 ton dan masuk lima besar pembeli emas global.

Republik Ceko juga melanjutkan tren akumulasi. Czech National Bank membeli sekitar 1,7 ton pada Juli, memperpanjang periode pembelian bersihnya menjadi 41 bulan berturut-turut. Sejak awal tahun, pembeliannya telah mencapai sekitar 12 ton.

China Makin Agresif Borong Emas

People's Bank of China (PBoC) menjadi pembeli terbesar pada Juli dengan tambahan sekitar 20 ton emas. China terus membeli emas sejak November 2024 atau dalam 21 bulan beruntun.

Pembelian tersebut menjadi bulan ke-21 berturut-turut China menambah cadangan emas dan merupakan penambahan bulanan terbesar sejak akhir 2023. Cadangan emas resmi China kini mencapai sekitar 2.366 ton, setara sekitar 8% dari total cadangan devisanya.

Aksi pembelian China juga terlihat semakin agresif dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Mei, PBoC mencatat pembelian dalam jumlah dua digit setiap bulan. WGC menilai tren tersebut mempertegas peran strategis emas dalam diversifikasi cadangan China di tengah lanskap geopolitik yang semakin terfragmentasi.

Sementara itu, data Turki perlu dibaca sedikit berbeda. WGC mencatat kenaikan 42,6 ton pada gross gold reserves pada Juli 2026. Namun angka tersebut turut mencakup emas yang terkait dengan kebijakan likuiditas sektor perbankan, sehingga tidak sepenuhnya merefleksikan pembelian oleh bank sentral. Berdasarkan official-sector gold reserves, Turki justru mencatat penurunan sekitar 1,4 ton pada bulan yang sama.

Tidak semua negara terus menambah emas. Rusia menjadi penjual terbesar pada Juli dengan melepas sekitar 6 ton, sehingga penjualan sejak awal tahun mencapai sekitar 50 ton. Uzbekistan juga menjual sekitar 1 ton pada Juli, meski secara kumulatif masih mencatat pembelian bersih sekitar 40 ton sepanjang 2026.

Amerika Serikat Tetap Rajanya Cadangan Emas

Meski Polandia dan China menjadi pembeli paling agresif tahun ini, keduanya belum menggeser negara-negara dengan cadangan emas terbesar dunia.


Berdasarkan data WGC yang diperbarui September 2026, Amerika Serikat masih menjadi pemegang emas resmi terbesar dengan sekitar 8.133,5 ton. Jerman berada di posisi kedua dengan sekitar 3.349,5 ton, disusul Italia 2.451,8 ton dan Prancis sekitar 2.437 ton.

China berada di posisi berikutnya dengan sekitar 2.366,3 ton, sementara Rusia memiliki sekitar 2.276,8 ton.

Data cadangan tersebut menggunakan International Monetary Fund International Financial Statistics edisi September 2026. Untuk sebagian besar negara, data kepemilikan masih mengacu pada posisi akhir Juli karena publikasi IMF memiliki jeda sekitar dua bulan.

Bank Sentral Masih Percaya Emas

Aksi pembelian ini menunjukkan emas tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan cadangan bank sentral. Menurut WGC, emas diminati karena menawarkan keamanan, likuiditas, dan imbal hasil, sekaligus berfungsi sebagai instrumen diversifikasi serta perlindungan terhadap risiko inflasi, geopolitik, dan ketidakpastian sistem keuangan global.

Minat tersebut juga belum mereda. Dalam survei WGC 2026, 89% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, sementara 45% responden memperkirakan institusinya sendiri akan menambah kepemilikan emas.

(slm/slm)



Most Popular