Segini Anggaran Pemerintah Beresin 1.404 Titik Perlintasan KA Sebidang

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 16:35 WIB
Foto: Warga melintasi perlintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Rp1 triliun pada 2027 untuk menangani perlintasan sebidang jalur kereta api dengan jalan raya. Anggaran tersebut menjadi bagian dari tambahan pagu Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengungkapkan, hasil inventarisasi menunjukkan terdapat 3.674 perlintasan sebidang di jalur kereta api. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.810 lokasi membutuhkan penanganan.

"Berdasarkan hasil inventarisasi atas status atau kondisi perlintasan sebidang jalur kereta api dengan jalan raya, teridentifikasi total perlintasan sebidang sebanyak 3.674 lokasi," kata Allan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026).


Dari total tersebut, sebanyak 2.771 perlintasan telah terdaftar, yang terdiri atas 1.864 lokasi terdaftar dan dijaga, serta 907 lokasi terdaftar tetapi tidak dijaga. Sementara itu, terdapat 903 perlintasan tidak terdaftar dan tidak dijaga.

Dari keseluruhan perlintasan yang teridentifikasi, pemerintah kemudian menetapkan 1.810 lokasi yang membutuhkan penanganan.

"Jumlah perlintasan yang memerlukan penanganan sebanyak 1.810 lokasi. Dari jumlah tersebut sesuai dengan kriteria rencana penanganannya terdapat 172 lokasi perlintasan dengan kriteria antara lain lebar jalan kurang dari 2 meter akan dilakukan penutupan, dan 1.638 lokasi perlu peningkatan keselamatan," ujarnya.

1.404 Titik Jadi Prioritas

Dari 1.638 lokasi yang membutuhkan peningkatan keselamatan, sebanyak 234 lokasi dinilai sesuai ketentuan atau dipertimbangkan untuk dapat ditutup. Dengan demikian, tersisa 1.404 lokasi yang menjadi sasaran peningkatan keselamatan.

"Hasil identifikasi lanjutan dari 1.638 lokasi yang perlu peningkatan keselamatan, terdapat 234 lokasi sesuai ketentuan atau dipertimbangkan dapat ditutup. Sehingga rencana peningkatan keselamatan dengan kriteria lebar jalan, kelas jalur kereta api, frekuensi atau headway kereta api, kondisi jalan raya sebanyak 1.404 lokasi," tutur dia.

Penanganan 1.404 lokasi tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah bersama operator perkeretaapian PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan peningkatan keselamatan di sebagian lokasi.

Allan mengatakan, dari 1.404 lokasi prioritas tersebut, 190 lokasi JPL mulai ditangani PT KAI pada tahun ini. Sementara 1.214 lokasi lainnya akan dibiayai melalui tambahan anggaran Kemenhub.

"Rencana peningkatan keselamatan sesuai hasil identifikasi prioritas pada 1.404 lokasi JPL secara bertahap telah diselenggarakan oleh PT Kereta Api Indonesia mulai tahun ini, sebanyak 190 lokasi JPL. Sisanya sebanyak 1.214 lokasi yang tersebar di wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian, akan dibiayai melalui tambahan anggaran dengan ruang lingkup pemasangan pintu perlintasan, dan penyediaan dokumen perencanaan teknis," ujar Allan.

Rp1 T untuk Penanganan Perlintasan

Penanganan perlintasan sebidang menjadi salah satu komponen utama dalam tambahan anggaran Ditjen Perkeretaapian 2027. Dari pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp4,658 triliun, pagu anggaran Ditjen Perkeretaapian 2027 meningkat menjadi Rp8,194 triliun. Tambahan belanja non-operasional program infrastruktur konektivitas mencapai sekitar Rp3,5 triliun, yang salah satunya dialokasikan sebesar Rp1 triliun untuk penanganan perlintasan sebidang.

Allan menjelaskan, tambahan tersebut diarahkan untuk mendukung prioritas peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian.

"Penambahan Pagu belanja non-operasional untuk program infrastruktur konektivitas sebesar Rp3,5 triliun rupiah yang terdiri dari layanan keperintisan kereta api sebesar Rp19,98 miliar, pembayaran perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara atau IMO perkeretaapian sebesar Rp2,48 triliun, dan penanganan perlintasan sebidang perkeretaapian sebesar Rp1 triliun," jelasnya.

Penanganan tersebut secara khusus dikoordinasikan bersama sejumlah pihak, mulai dari Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, hingga Jasa Raharja. Pelaksanaannya juga melibatkan Kemenhub bersama operator perkeretaapian PT KAI.

Butuh 5.616 Petugas Jaga

Tidak hanya memasang pintu perlintasan, penanganan 1.214 lokasi yang tersisa juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja baru untuk menjaga perlintasan. Kemenhub memperkirakan setiap titik membutuhkan empat petugas jaga JPL. Dengan demikian, diperlukan tambahan 5.616 petugas penjaga perlintasan.

"Dengan penanganan perlintasan sebidang melalui pembangunan pintu perlintasan, terdapat kebutuhan tenaga kerja baru sebagai petugas jaga JPL PKWT operator perkeretaapian, yang pembiayaannya diselenggarakan melalui IMO Kementerian Perhubungan, di mana dengan perhitungan kebutuhan 4 orang per titik lokasi JPL maka dibutuhkan tambahan 5.616 orang petugas penjaga JPL," pungkasnya.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Momen Keakraban Prabowo & Putin di Rusia, Makan & Tertawa Bersama