MARKET DATA

Kisi-kisi RAPBN 2027: Defisit Melebar Karena Tambahan Belanja KL

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
07 August 2026 14:40
Layar menampilkan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan target defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 akan mengakomodir tambahan kebutuhan belanja negara.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan dalam pembicaraan pendahuluan KEM-PPKF pada Mei 2026, pemerintah dan DPR telah menyepakati target defisit APBN 2027 berada pada kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Namun, setelah dokumen tersebut dibahas lebih lanjut oleh kementerian/lembaga (K/L) terkait bersama komisi-komisi di DPR, muncul berbagai usulan tambahan belanja serta program baru yang berdampak pada kebutuhan pembiayaan pemerintah.

"KEM-PPKF kan sudah disampaikan ke DPR, kemudian dibahas kementerian-lembaga dengan komisi-komisi di DPR. Dalam pembahasan itu kan ada aspirasi, ada usulan tambahan, juga ada program-program baru dan sebagainya, tentunya kita berharap masukan dari publik ini bisa melengkapi dan memperbaiki," kata Rofyanto dalam Konsultasi Publik RUU RUU APBN 2027, Kamis (6/8/2026).

Karena adanya tambahan kebutuhan belanja tersebut, Rofyanto menyebut batas bawah target defisit APBN 2027 berpotensi meningkat dari angka yang telah disepakati sebelumnya.

"Meskipun kemarin defisitnya kita siapkan 1,8% sampai 2,4%, namun ini sepertinya bergerak di atas 1,8%," terang Rofyanto.

Namun, pihaknya belum mengungkapkan besaran pasti target defisit APBN 2027. Menurutnya, pemerintah masih memfinalisasi angka tersebut sebelum diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Target defisit APBN 2027 beserta Nota Keuangan akan disampaikan Presiden dalam pidato penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2027 di hadapan DPR pada 14 Agustus 2026.

"Kalau angka yang pastinya, itu kan nanti akan disampaikan oleh Pak Presiden dalam pidato 14 Agustus mendatang. Tapi yang pasti kan lebih tinggi dari 1,8%, karena untuk menampung tadi ya, tambahan belanja, aspirasi, dan sebagainya," ujar Rofyanto.

(chd/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Lengkap! Ini Gambaran Awal RAPBN 2027


Most Popular
Features