MARKET DATA

Postur RAPBN 2027 Berubah, Target Pendapatan & Belanja Tambah Rp9,1 T

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
07 September 2026 13:51
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Keuangan di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)
Foto: Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Keuangan di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto Serin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 mengalami perubahan setelah disepakati oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama dengan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, terdapat kenaikan pada sisi pendapatan negara maupun belanja negara sekitar Rp 9,1 triliun dibanding rancangan awal dalam nota keuangan.

"Selisih Rp 9,1 triliun," kata Ketua Banggar DPR Said Abdullah saat membacakan kesepakatan postur sementara RAPBN 2027, Senin (7/9/2026)/

Berdasarkan rapat Banggar bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bappenas, dan Bank Indonesia (BI), hari ini, target pendapatan negara dan hibah tercatat menjadi Rp 3.426 triliun, atau naik Rp 9,1 triliun menjadi Rp 3.435,1 triliun.

Terdiri dari penerimaan perpajakan yang mengalami peningkatan dari Rp 2.908 triliun menjadi Rp 2.912 triliun, atau bertambah Rp 4 triliun.

Secara lebih rinci, penerimaan pajak naik Rp 2 triliun menjadi Rp 2.593,4 triliun, kemudian kepabeanan dan cukai naik Rp 2 triliun menjadi Rp 318,6 triliun.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga meningkat dari Rp 517,4 triliun menjadi Rp 522,5 triliun, atau naik Rp 5,1 triliun.

Di sisi lain, penerimaan hibah tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar Rp 0,7 triliun.

Untuk postur belanja juga mengalami peningkatan. Dalam Nota Keuangan, belanja negara ditargetkan sebesar Rp 4.097, 2 triliun. Kemudian dalam kesepakatan Banggar dinaikkan menjadi Rp 4.106,3 triliun atau naik sekitar Rp 9,1 triliun juga.

Rinciannya, belanja pemerintah pusat naik dari Rp 3.362,2 triliun menjadi Rp 3.371,3 triliun atau bertambah Rp 9,1 triliun. Kenaikan ini berasal dari belanja kementerian/lembaga (K/L) yang disesuaikan dari Rp 1.504,7 triliun menjadi Rp 1.513,8 triliun.

Sementara untuk belanja non K/L dan transfer ke daerah tidak mengalami perubahan, atau masing-masing sebesar Rp 1.857,5 triliun dan Rp 735 triliun.

Meski postur belanja dan pendapatan mengalami penyesuaian, Banggar dan pemerintah tetap menargetkan defisit dalam RAPBN 2027 sebesar 2,40% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Daftar 10 K/L dengan Jatah Anggaran Terbesar di RAPBN 2027


Most Popular
Features