Tembus Rp4.097,2 T, Purbaya Ungkap Daftar Belanja Pemerintah pada 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengungkapkan daftar rencana belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang nilainya sebesar Rp 4.097,2 triliun kepada DPR, saat Rapat Paripurna yang digelar pada hari ini, Kamis (27/8/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, alokasi belanja negara tersebut disusun berdampingan dengan target pendapatan negara sebesar Rp 3.426 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran pada tahun depan diperkirakan mencapai kisaran Rp 671,2 triliun.
Purbaya menegaskan, arah kebijakan belanja negara pada 2027 akan semakin selektif. Pemerintah ingin memastikan setiap program yang dibiayai benar-benar mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Belanja negara akan diarahkan pada program-program yang punya dampak nyata, bukan sekadar menghabiskan anggaran," ujar Purbaya dalam rapat paripurna DPR.
Secara garis besar, terdapat lima fokus utama yang akan menjadi prioritas belanja pemerintah sepanjang 2027 mendatang. Berikut ini rincian yang disampaikan Purbaya:
1. Percepatan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pemerintah akan mempercepat pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, hingga sekolah terintegrasi. Selain itu, program ini juga mencakup percepatan revitalisasi sekolah dan madrasah, serta peningkatan kualitas pembelajaran yang didukung melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
2. Pemerataan Akses Kesehatan
Fokus kedua diarahkan pada pemerataan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal dan daerah dengan keterbatasan layanan dasar. Pemerintah juga akan memperkuat transformasi sistem kesehatan, mengoptimalkan layanan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat, serta merevitalisasi sejumlah rumah sakit.
3. Penguatan Program Perlindungan Sosial
Pemerintah akan memperkuat program perlindungan sosial (perlinsos) dengan tujuan agar masyarakat dapat menjangkau kebutuhan dasar, menjaga daya beli, mengentaskan kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
4. Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Fokus keempat mencakup pembangunan infrastruktur konektivitas, penguatan ketahanan pangan dan energi, pengembangan fasilitas penunjang hilirisasi, serta dorongan terhadap pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah juga akan menata kembali infrastruktur di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.
5. Penyediaan Perumahan dan Penataan Permukiman
Terakhir, pemerintah akan menyediakan rumah murah bagi masyarakat, merenovasi rumah agar memiliki sanitasi yang lebih baik, serta menata permukiman dan lingkungan secara lebih tertata.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]