CLOSE AD
MARKET DATA

Toyota Produksi RI Laku Keras 145.080 Unit di LN, Avanza-Veloz Juara

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
28 July 2026 16:16
Foto kombinasi all New Avanza - Avanza Veloz
Foto: Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Lesunya pasar otomotif dalam negeri membuat ekspor menjadi salah satu penopang utama bagi industri kendaraan nasional. Di tengah tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi global, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengekspor 145.080 unit kendaraan utuh (completely built up/CBU) sepanjang Januari-Juni 2026.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, Toyota mengekspor 145.080 unit kendaraan utuh (completely built up/CBU) sepanjang Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dan, menyumbang sekitar 57,6% dari total ekspor mobil utuh Indonesia yang mencapai 251.705 unit. Secara keseluruhan, ekspor otomotif nasional juga masih tumbuh 7,7% pada periode tersebut.

"Konsistensi kinerja ekspor tidak terlepas dari hasil kerja keras anak bangsa dan kolaborasi yang melibatkan lebih dari 760 rantai pasok lokal, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta dukungan dari Pemerintah Indonesia. Bersama-sama, seluruh elemen tersebut berperan dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional di tengah dinamika geopolitik global. Kami memastikan produk lokal mampu menjawab kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif," ujar Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Permintaan dari kawasan Asia masih menyumbang ekspor terbesar Toyota dengan porsi hampir 58% dari total pengiriman. Sementara itu, pasar Amerika menyumbang sekitar 29,5% dan Timur Tengah sekitar 12%. Selain kendaraan utuh, perusahaan juga mengirimkan berbagai komponen otomotif, mulai dari CKD, mesin, komponen mesin hingga peralatan produksi ke berbagai negara.

Dari sisi model, Avanza dan Veloz masih menjadi tulang punggung ekspor Toyota Indonesia. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, kedua model tersebut mencatat pengiriman 32.571 unit. Angka tersebut disusul Raize sebanyak 26.082 unit dan Yaris Cross mencapai 20.441 unit.

Toyota juga melihat kendaraan elektrifikasi mulai mendapat respons positif di pasar internasional.

Ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid tumbuh 46,4% menjadi 12.693 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak mulai diekspor pada 2023, kedua model tersebut telah membukukan pengiriman kumulatif lebih dari 62.900 unit ke berbagai negara.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menilai kemampuan membaca kebutuhan pasar global menjadi faktor penting agar industri otomotif Indonesia tetap kompetitif di tengah perubahan tren dan regulasi di berbagai negara.

"Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi pasar, meningkatkan standar kualitas, serta memperkuat portofolio kendaraan berteknologi ramah lingkungan," sebut Nyoman.

Di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat, perusahaan melanjutkan strategi multi-pathway dengan memproduksi kendaraan berbasis mesin konvensional, hybrid, hingga mendorong pengembangan flexy fuel vehicle (FFV) berbahan bakar bioetanol.

"Industri otomotif nasional harus berada di garis depan dalam menghadapi perubahan dan membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional akan produk-produk rendah emisi, khususnya dalam menghadapi era transisi energi," kata Nyoman.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meluncurkan ekspor perdana Toyota Innova Zenix berbasis kendaraan listrik hybrid. (CNBC Indonesia/Suhendra)PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meluncurkan ekspor perdana Toyota Innova Zenix berbasis kendaraan listrik hybrid. (CNBC Indonesia/Suhendra) Foto: PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meluncurkan ekspor perdana Toyota Innova Zenix berbasis kendaraan listrik hybrid. (CNBC Indonesia/Suhendra)

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Industri Otomotif RI Diklaim Lagi Ngebut, Ekspor Mobil Kian Laku Keras


Most Popular
Features