MARKET DATA

Pemerintah Punya Senjata Kendalikan Inflasi Pangan di Pasar Tebet

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
20 July 2026 11:45
Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Senin (20/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Foto: Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Senin (20/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mendukung PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD untuk memperkuat ekosistem distribusi pangan serta memperluas jaringan kemitraan dengan para pedagang. Salah satunya diwujudkan dengan peluncuran Warung Pangan di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menuturkan, inovasi Warung Pangan yang dikembangkan ID FOOD dapat menjadi infrastruktur penting dalam memperkuat distribusi pangan nasional. Mengingat, Indonesia sebenarnya telah memiliki jaringan pasar tradisional yang cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

"Kita memiliki pasar tradisional yang cukup banyak, menyebar di 514 kabupaten dan kota. Sementara yang kemudian mendapat akses ke grosir dan industri itu biasanya pasar-pasar modern, pasar-pasar tradisional ini setengah mati untuk mendapat akses stok barang yang akan dipasarkan. Tentu keberadaan ID FOOD dengan inovasi warung pangan ini kita harapkan menjadi infrastruktur yang cukup masif di dalam rangka menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga," ungkap dia dalam acara Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).

Dirinya bilang, terdapat dua agenda penting yang dimandatkan kepada ID FOOD, yakni menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan sebagai unit usaha di bidang perdagangan pangan. Dalam hal ini, Warung Pangan menyediakan berbagai produk subsidi maupun komersial. Untuk itu, Warung Pangan diharapkan tidak hanya menjadi penyedia bahan pangan, melainkan juga sebagai alat intervensi ketika harga mulai tidak stabil.

Di samping itu, kehadiran Warung Pangan dinilai mampu mengatasi kebutuhan untuk menggelar operasi pasar secara masif. Sebab, selama ini masalah dalam distribusi pangan yakni berkaitan keterjangkauan logistik.

Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Senin (20/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Senin (20/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Senin (20/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

"Dengan adanya ini (Warung Pangan), maka sebenarnya kita tidak perlu lagi membuat tenda-tenda lagi melakukan operasi pasar yang masif kalau kita memanfaatkan pasar yang ada. Kita kadang-kadang agak gegabah pada saat harganya kemudian fluktuasi, kita menggelar pasar murah padahal pasarnya sudah ada," jelasnya.

Lantas, Hanif berharap ID FOOD terus menggencarkan pembinaan, analisa, evaluasi terhadap Warung Pangan, khususnya untuk meningkatkan stock point (tempat stok pangan).

Ia menegaskan, keberadaan cabang-cabang ID FOOD diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai perwakilan saja, tetapi harus mampu membangun dirinya sebagai agregator dari permasalahan-permasalahan dagang di tempatnya masing-masing, sehingga mereka bisa mengambil kesimpulan apa saja komoditas yang seharusnya diusahakan ID Food dari produsen atau pabriknya langsung ke Warung Pangan.

"Saya menyambut baik, mudah-mudahan Warung Pangan ini terus bisa diperlebar, terutama menjangkau pada pasar-pasar tradisional. Kita tidak membedakan perlakuan dengan pasar modern, tetapi biasanya pasar modern ini lebih terstruktur dari logistiknya. Pasar tradisional ini saya merasakan sendiri karena saya juga orang desa, susahnya kita mencari stok untuk kita jual," terang dia.

Pada saat yang sama, Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo menyatakan bahwa program Warung Pangan tidak akan bertabrakan dengan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang digencarkan oleh pemerintah. Sebab, kedua program tersebut memiliki peran yang berbeda, akan tetapi untuk saling melengkapi dalam memperkuat distribusi pangan nasional.

"ID FOOD itu dia akan mengembankan stabilisasi harga di luar barang-barang subsidi. Karena ID FOOD nanti mendapat mandat sebagai BUMN Pangan, khususnya perdagangannya yang akan bermain di aneka pangan," ungkap dia.

Menurutnya, ID FOOD juga akan berkolaborasi dengan KDMP sebagai agregator komoditas di berbagai daerah. Langkah ini ditempuh untuk bisa mendapatkan komoditas unggulan dari suatu daerah dan dipasarkan ke daerah lainnya yang membutuhkan. Alhasil, potensi komoditas unggulan produksi lokal tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal.

"Jadi ID FOOD itu yang paling utama adalah menggandeng mitra. Menggandeng mitra di pasar-pasar tradisional. Supaya harga itu stabil. Karena yang menjadi mitra Warung Pangan, itu punya komitmen dengan kita. Kita kasih harga minimum, tapi dia harus menjual maksimum di harga HET," kata Ghimoyo.

Sebagai gambaran, saat terjadi gejolak harga di pasar, para mitra tidak boleh menaikkan harga lantaran sudah mendapatkan harga yang cukup murah dari ID FOOD. Harapannya, seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan stabilisasi harga dan ketersediaan pangan.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 8.000 mitra Warung Pangan di seluruh Indonesia. Targetnya, pada akhir tahun ini bisa menjangkau 25.000-27.000 mitra Warung Pangan.

"Tentunya program ini kita targetkan akan aktif di seluruh wilayah di mana ID FOOD sekarang ini beroperasi. ID FOOD akan mempunyai atau sekarang ini memanage 42 cabang yang ada di seluruh Indonesia. Mulai dari Aceh sampai yang paling timur ada di Papua. Jadi ini di setiap cabang itu mempunyai target untuk mengembangkan jaringan warung pangan yang kita roll out saat ini," tutur dia.

Dia bilang, Warung Pangan merupakan jaringan warung milik pedagang yang terhubung dengan sistem distribusi dan logistik ID FOOD. Adapun produk yang dipasarkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung hingga air minum dalam kemasan. Selain produk merek ID FOOD, BUMN pangan yang satu ini juga membuka peluang untuk mendistribusikan produk dari merek lain.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jual Beras-Gula Harga Segini


Most Popular
Features