MARKET DATA

BI Beberkan 7 Program Pengendalian Inflasi Pangan di Wilayah Jawa

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
13 May 2026 13:17
Peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) di Jawa Timur/Khoirul Anam
Foto: Peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) di Jawa Timur/Khoirul Anam

Sidoarjo, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) bersama TPIP (Tim Pengendalian Inflasi Pusat) dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) di Jawa Timur. GPIPS 2026 berfokus pada dua aspek utama yaitu penguatan produktivitas dan kelancaran distribusi pangan, demi menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.

Tiga komoditas prioritas yang menjadi fokus di seluruh wilayah adalah beras, cabai, dan bawang merah. Sementara itu, untuk tambahan komoditas lain disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulampua, hingga Balinusra.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menjelaskan GPIPS dijalankan melalui tujuh program. Pertama Peningkatan Produktivitas melalui Optimalisasi GAP.

Lalu Penguatan Ketahanan Komoditas Pangan melalui Hilirisasi Pangan dan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Petani/Gabungan Kelompok Tani/Perumda sebagai offtaker. Kemudian Optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD).

Selanjutnya Penguatan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), Optimalisasi Operasi Pasar/Pasar Murah, Penguatan Neraca Pangan, dan Penguatan Koordinasi dan Komunikasi Pengendalian Ekspektasi Inflasi.

"Melalui GPIPS, pengendalian inflasi pangan tidak hanya difokuskan pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan produksi, pascapanen, dan distribusi pangan guna mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan," ungkap Aida, saat peluncuran GPIPS di Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Diketahui GPIPS merupakan penyempurnaan dari GNPIP yang bertujuan untuk memperkuat sinergi TPIP-TPID dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Jawa dipilih dengan pertimbangan bahwa wilayah ini merupakan sentra produksi pangan sekaligus pusat distribusi terbesar di Indonesia, memiliki bobot inflasi pangan yang dominan, serta berperan penting dalam pembentukan ekspektasi harga pangan nasional.

Data produksi 2025 menunjukkan dominasi Jatim di hampir seluruh komoditas pangan utama, yaitu beras, jagung, cabai rawit dan bawang merah. Selain itu Jatim juga menjadi penghasil padi terbesar dengan kontribusi 17,34% dari produksi nasional, dengan total produksi mencapai 10,57 juta ton.

"Dominasi tersebut juga tercermin dari Jatim yang menjadi produsen nomor satu untuk jagung dan cabai rawit, sementara produksi bawang merah berada di posisi kedua tertinggi secara nasional. Keunggulan ini menjadikan Jatim sebagai tulang punggung program prioritas pemerintah 2026 dalam mewujudkan swasembada beras dan jagung," jelas Aida.

(rah/rah) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perkuat Sinergi, BI Luncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi di Jatim


Most Popular
Features