MARKET DATA

Harga Daging Ayam & Telur Lagi Anomali, Kementan Ungkap Biang Keroknya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
09 March 2026 16:00
Pantauan harga daging ayam dan telur ayam di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Pantauan harga daging ayam dan telur ayam di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap adanya anomali pada harga sejumlah komoditas pangan. Harga di tingkat produsen tercatat mulai turun, tetapi penurunan tersebut tidak sepenuhnya tercermin di tingkat konsumen.

Data Kementan menunjukkan harga telur ayam ras di tingkat produsen pada pekan pertama Maret 2026 rata-rata berada di Rp27.083 per kg atau sekitar 2,20% di atas harga acuan pemerintah (HAP). Meski masih di atas HAP, harga di tingkat peternak telah turun sekitar 0,64% dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, harga telur ayam ras di tingkat konsumen secara rata-rata nasional masih berada di kisaran Rp32.650 per kg atau sekitar 8,67% di atas HAP Rp30.000 per kg. Penurunannya juga jauh lebih kecil, hanya sekitar 0,15%.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menilai perbedaan tersebut menunjukkan adanya persoalan pada rantai distribusi.

"Namun demikian, penurunan yang 0,64% di tingkat produsen ini, ternyata di konsumennya hanya turun 0,15%. Itu di pasar yang di konsumen," kata Makmun dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (9/3/2026).

Pantauan harga pangan jelang Nataru di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Pantauan harga pangan jelang Nataru di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Pantauan harga pangan jelang Nataru di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam ras. Harga ayam hidup di tingkat produsen tercatat sekitar Rp24.363 per kg atau 2,55% di bawah HAP Rp25.000 per kg. Harga tersebut turun sekitar 1,87% dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun di tingkat konsumen, harga karkas ayam masih berada di kisaran Rp41.550 per kg atau sekitar 3,88% di atas HAP Rp40.000 per kg. Penurunan harga di pasar pun hanya sekitar 0,95%.

"Sama seperti telur tadi, daging ayam, penurunan di tingkat produsen yang 1,8% ternyata di tingkat konsumen hanya turun 0,9% atau 50% dibandingkan penurunan di tingkat produsen," terang dia.

Untuk komoditas daging sapi, Makmum memaparkan, harga sapi hidup di tingkat produsen tercatat sekitar Rp53.510 per kg atau 4,45% di bawah batas bawah HAP Rp55.000 per kg. Sementara harga daging sapi di tingkat konsumen nasional berada di kisaran Rp136.550 per kg atau sekitar 2,46% di bawah HAP Rp140.000 per kg, namun masih mengalami kenaikan tipis sekitar 0,11%.

"Kalau di berat sapi hidup itu di bawah HAP-nya 4,45%, Rp53.500 (per kg) ini di rata-ratanya, tapi justru di pasarnya naik gitu, walaupun masih di bawah HAP, tapi dia naik sebesar 0,11%," ujar Makmun.

Ia menilai ketimpangan harga tersebut kemungkinan dipengaruhi panjangnya rantai distribusi serta potensi kendala logistik di lapangan.

"Sehingga ini mungkin titik seperti juga yang pekan lalu, itu terlihat sama juga seperti ini, bahwa memang di rantainya ini juga banyak, apakah ada kendala logistik atau memang banyak tangan, atau memang ada tadi upaya untuk mengambil keuntungan lebih begitu di momen seperti saat ini," katanya.

Meski demikian, Kementan memastikan ketersediaan stok pangan nasional masih dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Lebaran.

"Dari sisi stok, insyaallah aman ini. Tapi tadi mungkin mohon bantuan kepala daerah kalau ada kendala-kendala logistik begitu untuk bisa sama-sama kita atasi," kata dia.

Pemerintah juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Dalam kesempatan yang sama, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman telah memimpin rapat pengendalian harga pangan.

"Sebagai tindak lanjut, rapat inflasi Minggu kemarin, Bapak Mentan sekaligus Bapak Kepala Badan Pangan Nasional sudah mengumpulkan tiga, yang pertama yang dihadirkan Pak Sekjen juga yang pertama adalah terkait dengan daging ayam ras, kedua daging sapi, kemudian yang ketiga adalah minyak goreng," kata Ketut.

Ia menegaskan, pemerintah meminta pelaku usaha menjaga stabilitas harga dari hulu hingga distribusi.

"Nah ini beliau sudah memimpin langsung Minggu kemarin untuk memastikan agar pelaku usaha tidak menaikkan harga. Intinya di hulu tidak boleh nakal, kemudian di tengah tidak boleh nakal," pungkasnya.

(wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Daging Ayam Sudah Sebulan Naik Terus, Lampaui Saat Lebaran


Most Popular
Features