Mendag Siapkan 3 Jurus Ini Jaga Neraca Dagang RI Tetap Surplus

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 16/07/2026 19:10 WIB
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat pembukaan cabang Ayam Gepuk Pak Gembus Spot Plus di Tebet, Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di hadapan Komisi VI DPR RI, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan kinerja perdagangan Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan hasil positif. Di tengah tantangan ekonomi global, surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 tercatat mencapai US$41,05 miliar, ditopang pertumbuhan ekspor barang maupun jasa.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sektor perdagangan masih mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kinerja perdagangan tahun 2025 memperlihatkan kinerja yang sangat baik, di antaranya surplus perdagangan periode Januari-Desember 2025 mencapai US$41,05 miliar. Pertumbuhan ekspor riil barang dan jasa sebesar 7,03%, pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,06%, dan rasio ekspor jasa terhadap PDB sebesar 3,03%," kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2026).


Untuk menjaga momentum tersebut, Kemendag menetapkan tiga program prioritas yang akan menjadi fokus pelaksanaan kebijakan perdagangan.

"Sebagai wujud nyata dari keselarasan dengan arah kebijakan Astacita, serta menjawab tantangan kondisi domestik maupun global yang berkembang, Kementerian Perdagangan telah menetapkan tiga program prioritas utama," ujarnya.

Program pertama, ialah pengamanan pasar dalam negeri melalui peningkatan kepastian dan kemudahan berusaha, pemberdayaan produk lokal, fasilitasi sertifikasi produk, kebijakan perdagangan yang mendorong hilirisasi, pengawasan barang impor ilegal, hingga perlindungan industri dalam negeri dari praktik perdagangan tidak adil.

Program kedua, difokuskan pada perluasan pasar ekspor melalui penguatan diplomasi perdagangan, pembukaan pasar baru di negara-negara non tradisional, serta peningkatan promosi dan penyebaran informasi ekspor.

Sementara itu, program ketiga yakni UMKM Bisa Ekspor yang diarahkan untuk meningkatkan partisipasi UMKM dalam ekspor melalui peningkatan kapasitas, pendampingan wirausaha, pelatihan ekspor-impor, optimalisasi produk lokal, hingga penguatan peran agregator UMKM.

"Melalui pelaksanaan ketiga program strategis tersebut, Kementerian Perdagangan menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing nasional, memperluas kontribusi ekspor serta memastikan manfaat perdagangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas dia.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Yakin Ekspor UMKM Tembus USD 300 Juta