MARKET DATA

RI Masih Cuan! Neraca Dagang Surplus US$1,28 Miliar di Februari 2026

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
01 April 2026 11:22
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)
Foto: Aktivitas Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (22/11/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia-Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 tercatat surplus US$1,28 miliar.

Ekspor sebesar US$ 22,17 miliar atau naik 1,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor US$20,89 miliar atau tumbuh 10,58%.

"Impor mencapai US$ 20,89 miliar," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026)

Pada Februari 2026, komoditas logam dan mineral mengalami peningkatan secara tahunan. Harga logam didorong kenaikan harga emas. Sementara energi menurun secara tahunan.

Impor kumulatif tercatat US$42,09 miliar atau tumbuh 14,44%. Non migas dengan porsi terbesar mencapai US$ 36,93 miliar atau tumbuh 17,4%.

(mij/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$ 2,66 M di November 2025


Most Popular
Features