Perkuat Layanan Kesehatan, Kemenkes Lakukan Hal Ini!

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Rabu, 24/06/2026 14:59 WIB
Foto: Belajar Dari Covid-19, Kemenkes Perkuat Ketahanan Kesehatan RI & Tekan Impor Obat-Alkes

Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa Kementerian Kesehatan terus bertransformasi dalam meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan dengan menetapkan transformasi enam pilar utama di sektor kesehatan,

Keenam pilar tersebut meliputi transformasi layanan primer, transformasi layanan sekunder, transformasi ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia bidang kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.

Khusus pada pilar transformasi pembiayaan kesehatan, Kemenkes melakukan penguatan terhadap coverage layanan BPJS Kesehatan.


"Karena dia (BPJS Kesehatan) memiliki negotiating power terhadap supply side, dokter, apotek, rumah sakit, agar inflasi kesehatan itu tidak naik tinggi. Karena di seluruh dunia tuh inflasi kesehatan itu naik lebih tinggi dari GDP growth," ungkap Budi dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).

Menurut dia, idealnya layanan BPJS Kesehatan meng-cover sebesar 60% hingga 80% dari belanja kesehatan. Sementara saat ini BPJS Kesehatan baru meng-cover sebesar 20% hingga 25% total belanja kesehatan.

"Jadi 20% dari Rp 600 (triliun) ya mungkin sekitar Rp 240-250 triliun. Itu harus naik sampai menurut saya idealnya ke Rp 500 triliun," ungkap Budi.

Budi mengungkapkan pada 2026 pemerintah menginjeksi sebesar Rp 20 triliun demi memperkuat kondisi keuangan layanan BPJS Kesehatan. Lalu untuk tahun depan pemerintah pun berencana menambahkan nilai injeksinya dibandingkan dengan tahun ini.

"Memang ini harus dihitung sustainability-nya. Karena BPJS itu sifatnya gotong royong ya, kayak pajak," jelas dia.

"Ada konsep gotong royong di sini. Itu sebabnya nanti kita akan tata lagi BPJS," tambah dia.

Saat ini kata dia, tak sedikit masyarakat yang berpandangan bahwa BPJS Kesehatan terbagi dengan beberapa kelas. Padahal menurut dia BPJS Kesehatan menutupi biaya kesehatan semua pesertanya.

"Karena konsepnya asuransi sosial, konsepnya BPJS adalah gotong royong. Memang yang lebih kaya harus bayar premi lebih mahal dibandingkan yang miskin. Supaya bisa terjadi efek gotong royongnya mirip dengan pajak," ujar Budi.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Saat Inflasi Medis Tinggi, Telemedicine Bisa Jadi Solusi?