MARKET DATA

Perkuat Layanan, Kemenkes Siap Kelola Tenaga Kesehatan dengan Maksimal

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
03 June 2026 17:16
Dirut Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Ockti Palupi Rahayuningtyas dalam acara Health Insurance Ecosystem Forum 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)
Foto: Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Ockti Palupi Rahayuningtyas dalam acara Health Insurance Ecosystem Forum 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Ockti Palupi Rahayuningtyas menyebut Kementerian Kesehatan menyiapkan transformasi value best care bagi para tenaga kesehatan. Transformasi ini bertujuan agar tenaga kesehatan di rumah sakit milik Kemenkes fokus dalam memberikan pelayanannya.

Ockti menjelaskan transformasi ini dilatarbelakangi karena adanya tenaga kesehatan yang melakukan praktik kesehatan selain di rumah sakit milik Kemenkes. Hal ini terjadi lantaran remunerasi yang diberikan tidak terlalu kompetitif dibandingkan dengan rumah sakit swasta.

"Karena dokter kita ternyata absen di rumah sakit-rumah sakit Kemenkes, tapi siangnya menghilang ke tetangga. Setelah diselidiki, kita kaji mendalam ternyata pemberian jasa mediknya lebih baik di rumah sakit tetangga," ungkap dia dalam Health Insurance Ecosystem Forum 2026, Rabu (3/6/2026).

Ockti menjelaskan Kemenkes kemudian turut menerapkan skema fee for servicebagi tenaga medis sebagaimana yang diterapkan rumah sakti swasta. Sehingga remunerasi yang diberikan bagi tenaga medis pun kompetitif.

"Dimulailah itu fee for service. Sehingga setidaknya dokter kami stay di rumah sakit Kemenkes. Tidak absen dan pindah ke rumah sakti lain. Tetap melakukan pelayanan, pasien dijaga di rumah sakit Kemenkes," tutur dia.

Selanjutnya skema fee for service digunakan sebagai acuan Kemenkes dalam memberikan fixed pay kepada para tenaga medis. Sebagaimana fee for service, fixed pay juga bertujuan dalam memberikan remunerasi yang layak bagi para tenaga medis.

"Sehingga tidak mengejar fee for service-nya. Tapi dengan angka yang cukup pantas sehingga mereka tidak perlu pindah ke tempat lain. Sehingga ujungnya nanti adalah value best care. Begitulah roadmap-nya. Dari awalnya fee for service, kita tahu angka baesline-nya, kita akan bergeser pada fixed pay untuk menuju value best care," pungkas Ockti.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Ramai Kasus Klinik Kecantikan Ilegal, Klinik Resmi Lakukan Apa?


Most Popular
Features