MARKET DATA

Pengusaha Tekstil Susah Cari Pinjaman Bank, Purbaya Tawarkan Ini

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
07 May 2026 07:20
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2024 di Jakarta, Kamis (29/2/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2024 di Jakarta, Kamis (29/2/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri tekstil dan produk dari tekstil, termasuk sepatu atau alas kaki beberapa waktu terakhir sempat dianggap sunset industry di Indonesia, karena tergerus banjirnya barang impor murah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, anggapan ini yang membuat industri tekstil di Indonesia kerap sulit mendapatkan pembiayaan atau kredit dari perbankan. Termasuk pembiayaan sebatas untuk peremajaan mesin.

"Karena dianggap sunset industry, dia susah sekali dapat pinjaman ke bank," kata Purbaya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026).

Oleh sebab itu, menjanjikan kredit murah bagi industri tekstil, sepatu, hingga manufaktur lain yang berorientasi ekspor untuk peremajaan mesin.

Kredit murah ini ia tegaskan akan disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, dan sektornya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perindustrian.

"Makanya saya tadi pakai LPEI, kita sudah ketemu dengan perusahaan tekstil atau asosiasi itu, dan kita akan menjalankan dalam waktu enggak terlalu lama," paparnya.

Purbaya mengaku sudah mengadakan pertemuan dengan pelaku industri tekstil dan produk dari tekstil untuk pemberian fasilitas kredit murah ini. Maka, ia percaya diri untuk menyodorkan fasilitas ini kepada LPEI supaya peremajaan mesin bisa dilakukan.

"Yang perlu peremajaan mesin nanti dipastikan bisa dapat akses ke bunga yang lebih rendah atau bunga yang LPEI 6% kalau enggak salah. Kalau perlu kita turunkan, kita turunkan," tutur Purbaya.

Menurut Purbaya, salah satu indikator industri tekstil hingga sepatu yang bisa mendapatkan kredit murah peremajaan mesin ialah yang masih memiliki prospek bisnis menjanjikan. Bila sudah lama tertekan tentu tidak akan ia berikan kredit murahnya.

"Jadi kita akan pastikan mereka dapat financing yang cukup kalau mereka butuh. Tapi kalau prospeknya jelek ya enggak akan kita kasih," paparnya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sidang Perdana Debottlenecking: Purbaya Proses Kasus Kredit Tekstil


Most Popular
Features