Purbaya Janjikan Kredit Murah dengan Bunga 6% Buat Industri Tekstil RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah mendukung reformasi struktural di berbagai sektor.
Salah satunya adalah revitalisasi industri tekstil dan sepatu melalui penyediaan likuiditas yang terjangkau lewat LPEI atau Eximbank guna memperbarui permesinan dan meningkatkan daya saing global.
Purbaya mengungkapkan adanya anggapan bahwa industri tekstil menghadapi sunset industry. Ini membuat industri tekstil di Indonesia kerap sulit mendapatkan pembiayaan atau kredit dari perbankan. Termasuk pembiayaan sebatas untuk peremajaan mesin.
"Karena dianggap sunset industry, dia susah sekali dapat pinjaman ke bank," kata Purbaya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, dikutip Rabu (13/5/2026).
Oleh sebab itu, menjanjikan kredit murah bagi industri tekstil, sepatu, hingga manufaktur lain yang berorientasi ekspor untuk peremajaan mesin.
Kredit murah ini ia tegaskan akan disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, dan sektornya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perindustrian.
"Makanya saya tadi pakai LPEI, kita sudah ketemu dengan perusahaan tekstil atau asosiasi itu, dan kita akan menjalankan dalam waktu enggak terlalu lama," paparnya.
Bunga Murah
Terkait dengan kredit ini, Purbaya menjanjikan bunga murah, yakni sebesar 6%. Bahkan, dia tidak akan ragu untuk menurunkan jika dianggap masih terlalu tinggi.
"Yang perlu peremajaan mesin nanti dipastikan bisa dapat akses ke bunga yang lebih rendah atau bunga yang LPEI 6% kalau enggak salah. Kalau perlu kita turunkan, kita turunkan," kata Purbaya.
Purbaya mengaku sudah mengadakan pertemuan dengan pelaku industri tekstil dan produk dari tekstil untuk pemberian fasilitas kredit murah ini. Maka, ia percaya diri untuk menyodorkan fasilitas ini kepada LPEI supaya peremajaan mesin bisa dilakukan.
Menurut Purbaya, salah satu indikator industri tekstil hingga sepatu yang bisa mendapatkan kredit murah peremajaan mesin ialah yang masih memiliki prospek bisnis menjanjikan. Bila sudah lama tertekan tentu tidak akan ia berikan kredit murahnya.
"Jadi kita akan pastikan mereka dapat financing yang cukup kalau mereka butuh. Tapi kalau prospeknya jelek ya enggak akan kita kasih," paparnya.
Adapun, rencana ini sudah dipikirkan Purbaya sejak akhir tahun lalu. Pada Desember 2025, Purbaya sempat menyatakan pemerintah akan menaikkan alokasi kredit untuk industri furnitur hingga tekstil, dari semula Rp200 miliar menjadi Rp2 triliun. Alokasi ini diberikan untuk sektor tekstil dan furnitur.
Kebijakan ini diputuskan sejalan dengan adanya usulan pengajuan insentif dari pengusaha, yakni Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
"Ternyata kalau kita lihat dari LPEI Rp200 miliar. Sekarang kita siapkan (kredit) Rp2 triliun untuk perusahaan tekstil maupun furnitur," ungkap Purbaya dalam Konferensi Pers di Kementerian Keuangan, tahun lalu (23/12/2025).
Sayangnya, Purbaya belum menyampaikan syarat-syarat bagi industri tekstil, sepatu hingga furnitur yang bisa mengambil fasilitas dari LPEI tersebut.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]