MARKET DATA

Purbaya Bocorkan Mesin Pertumbuhan RI di Semester II-2026

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
12 May 2026 21:20
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi diatas 5,5% sepanjang tahun 2026. Seperti yang diketahui, pada kuartal I-2026 pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,61%.

Purbaya mengatakan motor pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini akan difokuskan pada penguatan sektor riil, terutama industri berorientasi ekspor dan industri kendaraan listrik.

Seperti yang diketahui, pemerintah telah mengalokasikan subsidi motor listrik pada tahun ini sebesar 100 ribu unit. Pemberian subsidi akan dimulai pada Juni 2026. Sedangkan untuk mobil listrik, pemberian insentif berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) namun dengan skema tertentu. Kuota yang disediakan untuk insentif mobil listrik sebanyak 100.000 unit.

"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaiki tadi akses ke pendanaan seperti apa," ujar Purbaya ke pewarta di Gedung Dhanapala, Selasa (12/5/2026).

Selain insentif kendaraan listrik, pemerintah juga tengah menyiapkan perbaikan akses pendanaan bagi industri padat karya dan sektor ekspor seperti tekstil, furnitur, hingga alas kaki.

Menurutnya, pemerintah akan segera memanggil para pelaku industri tersebut untuk membahas skema pembiayaan yang lebih murah dan mudah diakses.

"Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furniture, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses ke pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah," ujarnya.

Tak hanya itu, Purbaya menjelaskan dukungan pembiayaan nantinya dapat disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang merupakan special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Dirinya menjelaskan lembaga tersebut masih memiliki ruang likuiditas yang besar untuk mendorong pembiayaan sektor produktif.

"Saya bisa masuk lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia. Di situ uangnya juga banyak, sebagian nganggur selama ini rupanya. Di kuartal 3 dan 4 akan di atas 5,5% kan? Saya mendorong ke 6 kan? Makanya kemarin itu agak sakit, jadi kita sudah sembuh supaya kita bisa gerak lebih cepat lagi," ujarnya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Diskon PPN Mobil Listrik 40%-100%, Ini Bocoran Skemanya


Most Popular
Features