MARKET DATA

Menperin Sejak Era Jokowi, Agus Bongkar Modus Tekstil Impor Banjiri RI

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
15 April 2026 12:15
Pembeli memilih kain di salah satu toko tekstil di Pasar Baru, Jakarta, Selasa (6/4/2021). Pemerintah didesak untuk segera memberlakukan penerapan safequard atau perlindungan karena makin markanya produksi tekstil impor di Indonesia. Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Rizal Tanzil Rakhman menyebutkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sektor kain atau garmen saat ini tengah menghadapi gempuran impor kain yang mencapai 46 persen. Pantauan CNBC Indonesia kain didatangkan langsung dari Tiongkok, India dan Italia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Garmen (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional kembali menunjukkan sinyal kebangkitan di tengah tekanan global. Pemerintah menilai sektor ini tidak lagi layak disebut sebagai industri yang meredup, melainkan tengah memasuki fase pertumbuhan baru.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, narasi industri TPT merupakan sunset industry sempat mencuat beberapa tahun lalu. Namun ia sejak awal meragukan pandangan tersebut.

"Saya ditugaskan oleh Pak Jokowi sebagai Presiden ketika itu, sekitar 7 tahun lalu, sebagai Menteri Perindustrian. Saya mendapat laporan bahwa sektor TPT di Indonesia ini sedang dalam fase sunset industry. Saya geleng-geleng kepala, saya curiga narasi tersebut diciptakan untuk membanjiri pasar domestik dari luar negeri," ujarnya di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026).

Pemerintah kemudian mengambil langkah bersama pelaku industri dan asosiasi untuk membalikkan kondisi tersebut. Kebijakan yang lebih adaptif disebut menjadi upaya menjaga daya saing sektor ini.

"Dengan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi, serta mengedepankan smart policy, kita bisa mulai memutarbalikkan narasi itu. Kita harus berani mengatakan

Seiring dengan itu, kinerja industri TPT dalam beberapa waktu terakhir terpantau stabil. Pertumbuhan tetap terjaga meski dihadapkan pada tekanan eksternal, sekaligus menunjukkan daya tahan sektor manufaktur padat karya ini.

"Sepanjang tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 3,55 persen secara tahunan, dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar dan surplus USD3,45 miliar yang terutama disumbang oleh ekspor pakaian jadi," jelas Agus.

"Sektor ini bukan sunset, tapi sunrise sector," tegasnya.

Dari sisi investasi, minat pelaku usaha terhadap industri ini juga masih kuat. Hal ini menjadi indikator penting prospek sektor TPT dinilai tetap menjanjikan.

"Industri TPT berhasil menarik investasi sebesar Rp20,23 triliun, yang mencerminkan masih terjaganya kepercayaan pelaku usaha di tengah ketidakpastian global," tambahnya.

Selain itu, sektor ini tetap menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di industri pengolahan nasional.

"Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap 3,96 juta tenaga kerja atau sekitar 19,48 persen dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan," kata Agus.

Meski demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih membayangi. Mulai dari kenaikan harga bahan baku hingga dinamika permintaan global menjadi faktor yang harus diantisipasi bersama.

"Kita memahami tantangannya tidak ringan, mulai dari kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, hingga dinamika permintaan pasar internasional. Ini perlu direspons melalui penguatan kerja sama antara pemerintah, API, dan pelaku usaha agar langkah antisipatif bisa dilakukan secara cermat dan terukur," pungkasnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Industri Tekstil di Ujung Tanduk,6 Pabrik Terancam Gulung Tikar


Most Popular
Features