MARKET DATA

Kekeringan Ancam Sawah-Sawah RI, Amran Mau Siram Duit Rp2 Triliun

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
20 April 2026 17:25
Ilustrasi padi sawah siap panen. (Dok. Kementan)
Foto: Ilustrasi padi sawah siap panen. (Dok. Kementan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak El Nino ekstrem yang berpotensi mengganggu produksi pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya telah memetakan sekaligus menggenjot bantuan benih hingga irigasi lahan sawah di Indonesia yang masuk dalam peta risiko terdampak kekeringan.

Sebagai langkah awal, pemerintah menggenjot penyaluran bantuan benih padi tahan kekeringan. Varietas ini dirancang memiliki masa tanam lebih pendek sehingga dinilai lebih adaptif menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

"Bantuannya (varietas tahan kekeringan) sudah jalan, kita anggarkan. Mungkin ya semuanya estimasi Rp 2 triliunan," ungkap Amran dalam konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Setelah penguatan di sisi benih, pemerintah juga mempercepat intervensi teknis di lapangan, salah satunya melalui pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air. Hingga kini, sebanyak 170 kabupaten/kota telah mengajukan bantuan pompa untuk mengairi sekitar 1 juta hektare (ha) sawah.

"Langsung hari ini tadi mendaftar pompa untuk 80.000 unit, kurang lebih 1 juta hektare. Dan yang rajin datang, bantuannya kita percepat. Wilayahnya? Ah, ini ada 170 Bupati," katanya.

Adapun langkah ini dibahas dalam pertemuan nasional bersama ratusan kepala daerah, sejalan dengan dorongan percepatan program pertanian yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Untuk memastikan operasional pompa berjalan optimal, pemerintah juga menjamin pasokan energi. Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral guna menyediakan solar khusus bagi sektor pertanian.

"Solar nggak masalah, karena pertanian punya jatah, kami kolaborasi dengan Menteri ESDM. Kita ada jatah solar untuk pertanian," ujar Amran.

Selain pompanisasi, penguatan sistem irigasi juga dilakukan agar suplai air tetap terjaga selama musim kemarau.

"Irigasi-irigasi pompanisasi dan seterusnya 1,5 juta hektar seluruh Indonesia," ucap dia.

Di sisi lain, pemerintah memastikan cadangan beras nasional masih dalam kondisi aman untuk menghadapi periode El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog diproyeksikan mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat. Selain itu, potensi panen (standing crop) diperkirakan mencapai 11 juta ton, serta stok di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) sebesar 12,5 juta ton.

"Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Sedangkan cadangan kita 11 bulan," pungkasnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siaga Petaka Kekeringan El Nino, Amran Siapkan Pompanisasi 2 Juta Ha


Most Popular
Features