MARKET DATA

Siaga Petaka Kekeringan El Nino, Amran Siapkan Pompanisasi 2 Juta Ha

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
06 March 2026 16:25
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di Kementan, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di Kementan, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini.

Amran mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberi sinyal adanya potensi kekeringan yang diperkirakan mulai terasa pada April mendatang.

"BMKG mengumumkan ada kekeringan tahun ini. Kita ada pengalaman menghadapi El Nino yang paling keras. Ini kan El Nino, nanti bulan 4 (April). El Nino kita hadapi yang paling dahsyat 2023, alhamdulillah kita bisa lolos," kata Amran dalam Konferensi Pers di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan, kondisi stok pangan nasional saat ini juga masih aman, bahkan diperkirakan cukup hingga hampir 11 bulan ke depan.

"Tapi ke depan, Insyaallah tahun ini, mudah-mudahan tidak ada aral melintang. Stok kita aman sampai 10 bulan, hampir 11 bulan, 10,7 bulan atau 324 hari, bertahan. Dan tiap bulan kita masih ada produksi 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Itu range (panen) setiap bulannya. sedangkan kebutuhan kita adalah 2,5 juta ton per bulan. Jadi, pangan aman," ujarnya.

Ia juga menilai potensi El Nino tahun ini lebih lemah dibandingkan sebelumnya sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

"Tidak usah risau, El Nino sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya. Lebih lemah, tidak sekuat dari sebelumnya. Insyaallah kita bisa hadapi," ucap dia.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk program pompanisasi lahan pertanian tadah hujan.

"Sekarang, persiapan ini, hubungannya dengan kekeringan, El Nino yang kita hadapi yang diumumkan BMKG beberapa hari yang lalu. Ini Insyaallah lebih mudah kita hadapi. Kenapa? Di lapangan sudah siap pompanisasi untuk lahan 1,2 juta hektare. Kemudian tahun ini kita siapkan lagi 1 juta hektare," kata Amran.

Dengan tambahan tersebut, total sekitar 2 juta hektare lahan dapat dialiri air saat musim kemarau melalui pompanisasi sungai, embung, serta sumur.

"Jadi bisa 2 juta hektare nanti kita siapkan, yang pada saat musim kering bisa kita airi. Pompanisasi sungai-sungai dan seluruhnya, embung, sumur dalam, sumur dangkal kita sudah siapkan. Jadi infrastruktur sudah siap," ujarnya.

Selain infrastruktur air, pemerintah juga menyiapkan bibit unggul tahan kekeringan, optimalisasi lahan rawa sekitar 1 juta hektare, hingga dukungan alat mesin pertanian.

"Kita sudah siapkan. Jadi mulai pertama bibit unggul yang tahan kekeringan. Ada yang tahan air tawar. Nah ini kita siapkan semua bibitnya," ucap dia

Ia menambahkan stok beras nasional saat ini juga berada pada level tertinggi untuk periode Maret sepanjang sejarah.

"Dan juga saya tambahkan, sekarang stok kita 3,76 juta ton. Hari ini tertinggi sepanjang sejarah di bulan Maret. Dengan bulan yang sama. Tertinggi hari ini," ujarnya.

Dalam dua bulan ke depan, cadangan tersebut bahkan diperkirakan bisa meningkat hingga minimal 5 juta ton.

"Kemungkinannya dua bulan ke depan, minimal bukan maksimal, lima juta ton. Itu tidak pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia," pungkas Amran.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Simak Prediksi Lengkap BMKG soal Iklim RI 2026, Ada La Nina-El Nino?


Most Popular
Features