MARKET DATA

170 Bupati Datang ke Mentan Amran-Tanpa Diwakili, Ada Masalah Apa?

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
20 April 2026 12:28
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat konferensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengumpulkan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia di kantornya, Senin (20/4/2026), guna mempercepat realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp12 triliun. Adapun anggaran itu difokuskan untuk program hibah tanaman serta pembangunan dan perbaikan irigasi, sebagai upaya mendongkrak produksi dan kesejahteraan petani.

Amran mengatakan, pertemuan ini dihadiri langsung oleh para kepala daerah tanpa perwakilan, mengingat peran strategis mereka dalam mendukung swasembada pangan nasional.

"Hari ini kami pertemuan dengan bupati seluruh Indonesia yang menjadi lumbung pangan kita, kurang lebih 170 bupati se-Indonesia, hadir tidak diwakili," kata Amran dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Auditorium Kementan, Jakarta.

Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pada 2026-2027 akan menyalurkan bantuan langsung berupa hibah tanaman senilai Rp9,95 triliun. Bantuan ini diberikan gratis kepada petani, termasuk dukungan pupuk organik.

"Kami target tahun 2026, 2027, pertama adalah ada bantuan Bapak Presiden langsung nilainya untuk tanaman itu gratis, hibah, totalnya Rp9,95 triliun, dalam bentuk tanaman dengan olah pupuk organik diberikan secara gratis," jelasnya.

Adapun komoditas yang menjadi fokus meliputi tebu, kopi, kakao, mete, pala, hingga kelapa, dengan target pengembangan mencapai 870 ribu hektare di seluruh Indonesia.

Selain hibah tanaman, pemerintah juga mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk sektor irigasi, termasuk program optimalisasi lahan (oplah), cetak sawah baru, serta pompanisasi.

"Kemudian hari ini kami umumkan untuk irigasi, yaitu oplah irigasi cetak sawah. Ada 30 ribu cetak sawah tambahan kita bagi, kemudian irigasi-irigasi pompanisasi dan seterusnya 1,5 juta hektare seluruh Indonesia," ungkap dia.

Tingginya antusiasme pemerintah daerah, katanya, menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi program ini.

"Bupati sangat baik, ini luar biasa animonya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya masing-masing. Kami dorong anggaran kita untuk irigasi Rp3 triliun lebih," kata Amran.

Secara keseluruhan, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp12 triliun, dengan harapan dapat terealisasi tepat waktu seperti program sebelumnya.

"Jadi ada Rp12 triliun kita bagi dan mudah-mudahan ini semua tepat waktu seperti sebelumnya. Yang terpenting adalah peningkatan kesejahteraan petani Indonesia," ujarnya.

Ia juga menyoroti lonjakan signifikan dalam sektor pertanian nasional, yang menurutnya merupakan hasil kolaborasi lintas sektor di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Dulu pada saat serah terima tahun sebelumnya, (nilai tukar petani/NTP) 0,67 persen naik menjadi 5,7 persen. Ini adalah lompatan yang luar biasa berkat kerja bupati, gubernur, TNI, Polri, kejaksaan. Kolaborasi ini hasil kerja kita semua di bawah gagasan besar Bapak Presiden," ucap dia.

Potensi Dampak El Nino "Godzilla"

Sementara itu, terkait potensi kekeringan akibat fenomena El Nino, Amran memastikan kondisi stok pangan nasional masih dalam posisi aman.

"Ini kalau dampak ada El Nino Godzilla itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok kita insya Allah 3 hari ke depan 5 juta ton tertinggi selama republik ini merdeka. Pernah dulu 2,6 juta ton 1984, sekarang hampir dua kali lipat," jelasnya.

Ia memaparkan, selain stok beras, terdapat juga potensi produksi dari tanaman yang siap panen (standing crop) serta cadangan di sektor perhotelan, restoran, dan katering (Horeka).

"Yang kedua standing crop kita 11 juta ton, yang maksudnya standing crop adalah tanam dan tinggal panen. Kemudian yang selanjutnya ada di Horeka, itu 12,5 juta ton. Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan sedangkan cadangan kita 11 bulan. Artinya lebih dari cukup," pungkasnya.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Perang Iran, Mentan Amran Pastikan Stok Pangan RI Aman 324 Hari


Most Popular
Features