MARKET DATA
Internasional

Malaysia WFH Mulai 15 April, Anwar Ibrahim Tambah Anggaran Subsidi

luc,  CNBC Indonesia
02 April 2026 09:55
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat konferensi pers dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, Indonesia, 27 Juni 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Foto: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat konferensi pers dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, Indonesia, 27 Juni 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia mengambil langkah lebih awal menghadapi potensi lonjakan harga energi global dengan memberlakukan kebijakan kerja dari rumah bagi sektor publik mulai pertengahan April. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menahan dampak krisis energi dunia yang diperkirakan semakin memburuk dalam waktu dekat.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa arahan bekerja dari rumah (work from home/WFH) untuk kementerian, lembaga pemerintah, badan berkanun, serta perusahaan terkait pemerintah (GLC) akan mulai berlaku pada 15 April.

Dalam pengarahan pada Rabu (1/4/2026), sebagaimana dilansir dari The Star, Anwar menuturkan rincian pedoman pelaksanaan WFH akan diumumkan dalam waktu dekat. Namun ia menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menjaga keamanan energi nasional dan melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tiba-tiba.

Ia mengatakan pemerintah memilih bertindak secara preemptive melalui Inisiatif Sokongan Rakyat, ketimbang menunggu dampak konflik yang meningkat di Timur Tengah benar-benar dirasakan oleh rumah tangga dan dunia usaha. Anwar juga memperingatkan bahwa situasi global diperkirakan akan memburuk sebelum membaik, dan proses pemulihan kemungkinan berlangsung lama.

Sejumlah langkah telah disiapkan pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga energi. Di antaranya adalah kuota bulanan 200 liter di bawah skema Budi Madani 95 serta penerapan penuh mekanisme subsidi diesel di Sabah, Sarawak, dan Labuan. Ia menegaskan kebijakan tersebut bertujuan mengurangi dampak kenaikan harga minyak global sekaligus memastikan subsidi lebih tepat sasaran.

Anwar mengungkapkan pemerintah saat ini mengalokasikan sekitar 4 miliar ringgit per bulan untuk menyerap lonjakan harga minyak dan melindungi konsumen.

"Ini bukan perkara kecil. Pemerintah menyediakan tambahan 4 miliar ringgit untuk membantu rakyat, tetapi tentu kemampuan kita terbatas dan kita juga harus melihat pengalaman negara lain," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat diversifikasi sumber energi Malaysia guna memastikan pasokan bahan bakar dan listrik tetap aman di tengah gangguan rantai pasok global. Ia mengatakan perusahaan minyak nasional, Petroliam Nasional Berhad, telah memberikan jaminan bahwa pasokan minyak dan gas mencukupi setidaknya hingga Mei, yang disebutnya sebagai bantalan penting saat Malaysia menghadapi krisis.

Anwar menegaskan situasi saat ini tidak lagi dapat diperlakukan sebagai kondisi normal. Ia meminta seluruh sektor bekerja sama dengan pemerintah untuk menghemat energi dan menghindari pemborosan.

"Ini bukan masa biasa. Kita harus menyesuaikan gaya hidup dan kebijakan kita untuk melindungi rakyat dan memastikan keberlanjutan pasokan energi," kata Anwar.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis Energi di Depan Mata, Ramai-Ramai Tetangga RI Dorong WFH


Most Popular
Features