MARKET DATA
Internasional

Trump Sesumbar Siapkan Serangan "Pemungkas" ke Iran, Ini Waktunya

luc,  CNBC Indonesia
02 April 2026 08:48
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato tentang tarif di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 2 April 2025. (REUTERS/Carlos Barria)
Foto: Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato tentang tarif di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 2 April 2025. (REUTERS/Carlos Barria)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa operasi "Epic Fury" di Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan strategis tercapai. Serangan pemungkas segera dilancarkan.

Trump menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga minggu mendatang, AS akan melancarkan serangan yang "sangat keras" ke Iran sehingga menimbulkan dampak signifikan.

"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujarnya dalam pidato kenegaraan di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat.

Dia juga kembali menegaskan bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan utama operasi tersebut, walaupun menurutnya banyak pemimpin Iran telah tewas selama konflik berlangsung.

Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat, AS siap menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, secara bersamaan.

Namun, Trump menambahkan bahwa fasilitas minyak Iran belum menjadi target, meskipun menurutnya itu merupakan sasaran yang paling mudah untuk dihancurkan.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengeklaim kemampuan pertahanan udara Iran telah lumpuh. "Mereka tidak punya pertahanan udara. Radar mereka hancur. Kita tak terhentikan," ujarnya.

Trump juga menyoroti dampak serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya dihantam bomber B-2. Ia mengatakan kerusakan yang ditimbulkan sangat besar hingga dibutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum area tersebut dapat didekati kembali. Ia pun menegaskan bahwa AS akan kembali menyerang jika Iran mencoba memulihkan programnya.

"Kami memegang semua 'kartu'," kata Trump.

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang Tinggal "Sejengkal", Trump Tambah Kapal Induk Kepung Iran


Most Popular
Features