Laba Bersih Inalum di 2025 Naik 15%, Tembus Rp2,42 Triliun

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 16:17 WIB
Foto: Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, Melati Sarnita menyampaikan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI. (Tangkapan Layar Youtube/Komisi VI DPR RI Channel)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar US$142,8 juta atau sekitar Rp2,42 triliun (kurs Rp17.003). Angka ini naik sekitar 15% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar US$123,7 juta.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menjelaskan, pendapatan Inalum terus menunjukkan tren kenaikan. Pada 2023 misalnya, pendapatan perusahaan tercatat sebesar US$548 juta, kemudian naik menjadi US$716,9 juta pada 2024, dan kembali naik sekitar 10% menjadi US$785,7 juta pada 2025.

"Untuk kinerja keuangan konsolidasi, di tahun 2023 revenue kita baru di 548 juta dolar, ini naik ke US$716,9 juta di 2024 dan naik 10% di 2025 di US$785,7 juta," papar Melati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (31/3/2026).


Menurut dia, peningkatan pendapatan tersebut juga turut diikuti kenaikan biaya seiring dengan peningkatan produksi. Adapun, pada 2024 total biaya naik sekitar 8% dibandingkan 2023 dan kembali meningkat 7% pada 2025.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya, sehingga menjaga kinerja profitabilitas perusahaan.

Sementara itu, dari sisi EBITDA, Inalum juga mencatatkan pertumbuhan. Setelah meningkat 121% pada periode 2023 ke 2024, EBITDA kembali tumbuh sekitar 60% pada 2025 menjadi US$208,7 juta.

"Untuk net income sendiri alhamdulillah dibandingkan di 2023 net income kita hanya US$57 juta, di 2024 itu naik ke US$123,7 juta, kemudian di 2025 alhamdulillah kita bisa naik 15% menjadi US$142 juta," katanya.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Pemerintah Siapkan 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp 239 T