MARKET DATA

Proyek Hilirisasi Aluminium Dibangun, Bisa Serap 65.000 Tenaga Kerja

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
09 February 2026 18:00
MIND ID
Foto: dok Istimewa

Mempawah, CNBC Indonesia - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertambangan MIND ID tengah membangun proyek hilirisasi bauksit-aluminium terintegrasi di Mempawah, Kalimantan Barat.

Hal ini ditandai dengan acara peresmian peletakan batu pertama alias groundbreaking proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan smelter kedua aluminium PT Inalum pada Jumat (6/2/2026) lalu. Kedua proyek ini diresmikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Direktur Utama MND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, proyek hilirisasi bauksit-alumina-aluminium terintegrasi ini akan menciptakan lapangan kerja hingga 65.000 orang.

Adapun total investasi dari proyek terintegrasi ini, termasuk proyek SGAR Fase 1 yang telah beroperasi, SGAR Fase 2, smelter aluminium kedua Inalum, dan pembangkit listrik di Mempawah, Kalimantan Barat ini diperkirakan mencapai Rp 104,5 triliun.

"Pembangunan dan operasi fasilitas dan peleburan alumina merupakan program strategis nilai investasi Rp 104,55 triliun atau setara dengan US$ 6,23 miliar," ungkapnya saat memberikan laporan kepada CEO Danantara Rosan Roeslani pada acara peresmian groundbreaking, Jumat (6/2/2026) di Mempawah, Kalimantan Barat.

"Ini berperan strategis dalam memperkuat pasokan bahan baku mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan posisi Indonesia dalam pasokan global. Dapat menimbulkan multiplier effect yang dapat meningkatkan output ekonomi domestik, akan terdapat peningkatan PDB sekitar Rp 71,8 triliun per tahun," paparnya.

"Selanjutnya proyek ini akan memperkuat penerimaan negara Rp 6,6 triliun per tahun. Menyerap 65 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tak langsung, dari konstruksi hingga sekitar pendukung," ujarnya.

"Kami ucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pemangku kepentingan dan mitra yang telah berkontribusi dalam mewujudkan proyek strategis ini. Semoga Allah memberkahi apa yang kita rencanakan dan program hilirisasi ini sesuai harapan," tandasnya.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menjelaskan bahwa angka 65.000 tenaga kerja tersebut merupakan akumulasi dari dampak ekonomi yang tumbuh di area sekitar proyek, bukan hanya pekerja langsung di dalam pabrik.

Untuk tenaga kerja langsung yang diserap oleh operasional perusahaan, jumlahnya mencapai sekitar 3.200 orang yang terbagi di dua fasilitas utama, yakni SGAR Fase 2 dan smelter aluminium.

"Kalau kita bicara langsung, smelter itu sekitar 2.300. Kemudian untuk SGAR 2 sendiri sekitar hampir di 881 orang. Tapi kesempatan kerja itu kan nanti multiplier karena ada perekonomian yang tumbuh dengan adanya pabrik ini di area Kalimantan Barat," jelasnya.

"Dan saya rasa ini akan memberikan dampak positif, terutama kepada masyarakat Kalimantan Barat," ujarnyai.

Data Proyek

Berdasarkan data MIND ID, berikut data proyek hilirisasi bauksit-aluminium terintegrasi yang dibangun MIND ID:

Mulai pembangunan/ groundbreaking:

SGAR Fase 2

Investasi: Rp 14,8 triliun

Kapasitas: 1 juta ton alumina per tahun

Status: Groundbreaking

SDM: Sekitar 878 tenaga kerja

Smelter Aluminium ke-2 Inalum di Mempawah

Investasi: Rp 40,6 triliun

Kapasitas: 600 ribu ton aluminium per tahun

Status: Groundbreaking

SDM: Sekitar 1.370 tenaga kerja

Pembangkit listrik di Mempawah

Investasi: Rp 32,3 triliun

Kapasitas: 1.250 MW

Status: Groundbreaking

SDM: Sekitar 1.500 tenaga kerja

Proyek Existing:

SGAR Fase 1

Investasi: Rp 16,7 triliun

Kapasitas: 1 juta ton alumina per than

Status: Beroperasi

SDM: Sekitar 881 tenaga kerja

Smelter Aluminium pertama di Kuala Tanjung, Sumatra Utara

Kapasitas: 275.000 ton aluminium per tahun

Fase pertama aluminium sekunder: 30.000 ton per tahun

Pembangkit listrik (PLTA) Asahan, Sumatra Utara

PLTA Tangga: 317 MW

PLTA Siguragura: 286 MW

Total: 603 MW.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 54% Kebutuhan Aluminium RI Masih Dipasok dari Impor


Most Popular
Features