Purbaya Minta Harga Gas dari Raksasa Italia Jadi Segini

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 18:15 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Debottlenecking Membahas Investasi LNG Blok Masela di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar harga gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) yang diproduksikan dari Lapangan Geng North, Wilayah Kerja North Ganal oleh raksasa Migas asal Italia dapat kompetitif untuk industri domestik.

Purbaya yang juga merupakan Ketua Satgas Debottlenecking menilai harga gas yang sampai ke level industri masih berpotensi mengalami kenaikan menyusul adanya margin dari penyalur. Oleh sebab itu, ia pun meminta SKK Migas agar harga gas LNG dari Lapangan Geng North bisa di bawah US$ 10 per MMBtu.

Ia lantas menyoroti bahwa harga gas LNG di Jawa Barat yang berkisar di level US$ 14 per MMBtu cukup mahal. Karena itu, ia mengusulkan agar harga gas di level industri bisa lebih kompetitif.


"Kemahalan kalau ini dapat 8 di let's say jadi ke 8 apa 9 bisa enggak itu?," kata Purbaya dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).

Merespons hal tersebut, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa gas LNG memiliki karakteristik dan struktur biaya yang berbeda, karena melalui proses seperti regasifikasi. Sehingga harganya memang lebih mahal dibanding gas pipa.

"Karena pakai LNG kan Pak ada ongkos regasnya lagi terus pipanya lagi kapalnya," timpal Djoko.

Meski begitu, Purbaya tetap meminta agar harga gas yang diterima oleh industri dari PGN bisa berkisar di level US$ 9 per MMBtu. Sehingga, dia berharap agar PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tidak mengambil untung yang cukup tinggi.

"Kalau lewat PGN baru ke industrinya PGN ambil untung bisa banyak tuh. Bisa enggak dikontrol supaya let's say di 9 dolar sekian persen dari harga mentahnya ke industri," kata Purbaya.

Selain harga gas dari Lapangan Geng North, Purbaya juga meminta agar harga gas yang diproduksikan Inpex Masela Ltd di proyek Blok Masela juga dapat lebih kompetitif.

Purbaya menilai harga gas pipa Blok Masela dalam rencana pengembangan atau plan of development (PoD) sekitar US$6,8 per MMBtu sudah cukup bagus. Namun demikian, industri berpotensi mendapatkan harga gas yang lebih tinggi dari jumlah tersebut.

Karena itu, ia pun meminta SKK Migas dapat memastikan agar PGN tidak melakukan mark up terlalu tinggi dalam uapay pemenuhan gas ke industri.

"Tapi kalau dikasih ke PGN jangan-jangan di-mark up lagi jadi sampai ke pasarnya juga US$12-13 per MMBtu. Bisa enggak dicari nanti ke depan skema yang bagus, sehingga domestik industri dalam negeri bisa menikmati dengan harga yang lebih kompetitif? Itu yang mesti dipikirin SKK nanti ya?," kata Purbaya.


(ven) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bangun Proyek Gas Jumbo Rp 352 T, Inpex Minta Insentif Ini