MARKET DATA

Perusahaan Italia Segera Tetapkan Investasi di Proyek Laut Dalam RI

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
25 February 2026 15:35
Unit Produksi Terapung (Floating Production Unit/FPU) proyek IDD, Kalimantan, Indonesia. Doc. Chevron
Foto: Unit Produksi Terapung (Floating Production Unit/FPU) proyek IDD, Kalimantan, Indonesia. Doc. Chevron

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan keputusan final investasi atau Final Investment Decision (FID) untuk proyek gas laut dalam di Kalimantan Timur yang dikembangkan oleh perusahaan migas asal Italia, Eni, ditargetkan bisa ditetapkan pekan depan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, persiapan teknis maupun administratif untuk persetujuan investasi tersebut telah rampung.

Djoko menyebut, hal itu tinggal menunggu jadwal Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk prosesi penandatanganan FID secara resmi di Jakarta.

"Eni juga akan FID dalam waktu dekat, itu (harga gasnya) 12,5% Pak dari Brent ya," ungkap Djoko kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).

Dia pun menegaskan, keputusan investasi final ini ditargetkan bisa ditandatangani dengan disaksikan Menteri ESDM pada pekan depan.

"Minggu depan. Udah, udah semua udah. Ini udah, tinggal nanti Pak Menteri (ESDM) datang ke Jakarta, teken, selesai FID langsung," ujar Djoko saat ditemui usai rapat.

Djoko menjelaskan bahwa keputusan investasi akhir ini tidak hanya untuk satu lapangan, melainkan mencakup dua proyek strategis sekaligus.

Perlu diketahui, proyek yang akan FID ini yaitu proyek Gehem-Geng North dan Gendalo-Gendang di laut dalam Kalimantan Timur.

Proyek gas ini sebelumnya dikenal dengan nama Indonesia Deepwater Development atau IDD. Adapun, proyek IDD sebelumnya akan dikembangkan oleh Chevron Indonesia Company. Namun, Chevron hengkang dari proyek ini dan Eni masuk sebagai pengganti pengelola proyek gas laut dalam ini pada 2023 lalu.

Saat ini, proyek ini telah dibagi menjadi dua wilayah, yakni sisi utara (Northern Hub) Gehem-Geng North dan sisi selatan (Southern Hub) Gendalo-Gendang.

Pembagian wilayah migas ini menjadi bagian dari rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) yang diajukan oleh Eni selaku kontraktor baru. Dengan perubahan tersebut, maka proyek laut migas bekas pengelolaan Chevron ini tidak lagi menggunakan nama IDD.

"Insya Allah. Geng North sama Gendalo-Gendang," katanya.

Nilai investasi yang akan digelontorkan untuk pengembangan proyek gas laut dalam tersebut terbilang sangat fantastis. Berdasarkan perhitungan SKK Migas, total estimasi biaya investasi untuk pengembangan gabungan kedua wilayah kerja tersebut diperkirakan mencapai kisaran US$ 15 miliar atau setara Rp 252,4 triliun (asumsi kurs Rp 16.824 per US$).

"Sekitar US$ 15 billion," pungkas Djoko.

(wia) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Genjot Proyek Pipa Gas, Ratusan Kilometer Tersambung


Most Popular
Features