Perintah Trump Usai Demo Besar-besaran Guncang AS, Warga Ditembak
Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi besar-besaran mengguncang beberapa wilayah di Amerika Serika (AS), menyusul pengerahan Petugas Patroli Perbatasan dan Agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Minnesota. Puncak kemarahan masyarakat terjadi setelah aparat menembak warga dan menyebabkan dua orang tewas bernama Renee Good dan Alex Pretti.
Di tengah huru-hara tersebut, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (31/1) waktu setempat mengeluarkan perintah khusus kepada Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS). Trump menekankan dalam situasi apapun, DHS tidak boleh terlibat dalam aksi protes di wilayah-wilayah 'kantong' Demokrat.
Tindakan bisa dilakukan DHS jika terjadi ancaman ke properti pemerintah federal, dikutip dari Reuters, Minggu (1/2/2026).
Sebelumnya, agen federal mengatakan aparat terpaksa melakukan penembakan sebagai bentuk pembelaan diri, sebab korban diklaim melakukan tindakan mengancam.
Namun, nanyak pengamat mengatakan video dari saksi mata membantah klaim pembelaan diri tersebut. Rekaman video kematian Pretti, yang diverifikasi oleh Reuters, melemahkan klaim pemerintahan Trump bahwa ia mengacungkan senjata sebelum petugas menembaknya hingga tewas.
Aktivis dan demonstran yang menentang tindakan keras penegakan imigrasi Trump telah mencoba untuk mengikuti petugas imigrasi di Minneapolis dan komunitas lainnya secara dekat.
Meskipun perintah baru presiden tampaknya akan membuat DHS menghindari konfrontasi dengan para pengunjuk rasa di jalan dan selama penggerebekan, ICE dan Patroli Perbatasan akan bertindak agresif untuk melindungi gedung-gedung federal, tulis Trump di media sosial.
"Kami tidak akan membiarkan Gedung Pengadilan, Gedung Federal, atau apa pun yang berada di bawah perlindungan kami, rusak dengan cara apa pun," tulisnya.
DHS, serta kantor Walikota Minnesota Jacob Frey dan Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison, tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Kota-kota harus melindungi properti negara bagian dan lokal mereka sendiri, tulis Trump. Ia juga menempatkan tanggung jawab pada pejabat negara bagian dan kota untuk membantu melindungi properti federal.
Pemerintah federal akan memberikan bantuan jika diminta, tulis Trump, menambahkan bahwa mereka akan "menangani situasi ini dengan sangat mudah dan sistematis," ujarnya.
Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di Minneapolis dan kota-kota AS lainnya pada Jumat (30/1) untuk menuntut penarikan badan imigrasi federal dari Minnesota, menyusul penembakan fatal terhadap Good dan Pretti.
Pemerintahan Trump telah mengirim 3.000 petugas federal ke wilayah Minneapolis sebagai bagian dari penindakan terhadap imigrasi ilegal, dan banyak dari petugas tersebut mendapati diri mereka berhadapan dengan para demonstran dan aktivis.
Ini adalah contoh terbaru dari kesediaan Trump untuk menggunakan personel federal di kota-kota. Dia telah mengirim petugas penegak hukum federal atau anggota Garda Nasional ke sejumlah kota yang sebagian besar diperintah oleh Demokrat, termasuk Los Angeles, Chicago, Washington, D.C., dan Portland, Oregon.
Trump mengatakan langkah-langkah tersebut diperlukan untuk menegakkan hukum imigrasi dan mengendalikan kejahatan. Para pemimpin lokal di sebagian besar kota-kota tersebut membantah pernyataan itu.
Para pejabat Minnesota telah meminta pemerintahan Trump untuk mengakhiri penindakan imigrasi di negara bagian tersebut. Seorang hakim federal pada Sabtu (31/1) kemarin menolak permintaan dari Ellison dan pejabat lainnya untuk mengeluarkan perintah sementara yang akan menghentikan operasi federal tersebut.
(fab/fab)