Internasional

9 Bulan Perang, Ini 5 Fakta Baru Pertempuran Rusia-Ukraina

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
25 November 2022 13:00
Seorang pria melihat asap mengepul dari serangan Rusia di galangan kapal Kherson pada 24 November 2022 di Kherson, Ukraina. Pasukan Ukraina menguasai Kherson dalam beberapa pekan terakhir, serta petak wilayah sekitarnya, setelah Rusia menarik pasukannya kembali ke sisi lain sungai Dnipro. Kherson adalah satu-satunya ibu kota regional yang direbut oleh Rusia setelah invasinya pada 24 Februari. (Chris McGrath/Getty Images) Foto: Perang Rusia Ukraina (Getty Images/Chris McGrath)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Rusia dan Ukraina saat ini telah memasuki bulan kesembilan. Secara progres, Ukraina berhasil memukul pasukan Rusia dan membebaskan beberapa wilayah seperti Lyman dan Kherson.

Berikut pembaruan terkait perang Rusia-Ukraina seperti dirangkum CNBC International, Jumat (25/11/2022):

1. Kyiv Gelap Gulita

Kepala pemerintah daerah Kyiv, Oleksiy Kuleba, menegaskan kembali bahwa sekitar 70% pemerintah daerah tetap tanpa listrik. Ini diakibatkan serangan Rusia yang terus menuju kompleks instalasi energi.

Roket menghujani Kyiv dan beberapa kota Ukraina lainnya pada hari Rabu, kurang dari 24 jam setelah para pejabat mengatakan bayi yang baru lahir menjadi salah satu korban termuda dari perang Presiden Rusia Vladimir Putin. Diyakini ada 65 lebih roket ditembak Kremlin.

2. Penemuan 50 Kuburan Massal Baru

Pemerintah Ukraina mengatakan para penyelidik menemukan 50 lokasi kuburan massal di daerah Mykolaiv dan Kherson. Kedua wilayah baru saja dibebaskan dari pendudukan Rusia.

"Di wilayah Mykolaiv dan Kherson yang dibebaskan, 50 lokasi kemungkinan penguburan telah diperiksa," tulis pemerintah di aplikasi pesan Telegram, menurut terjemahan NBC News.

"Tim pencari mengidentifikasi mayat sekitar 200 korban," pesan itu menambahkan.

Rusia sendiri sebelumnya sering dituduhkan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menyebabkan adanya kuburan massal seperti contohnya di Lyman. Moskow terus menolak tuduhan tersebut.

3. Pengungsi Tembus Hampir 8 Juta

Badan Pengungsi PBB mengatakan lebih dari 7,8 juta warga Ukraina telah menjadi pengungsi dan pindah ke negara tetangga. Ini terjadi sejak Rusia menyerang negara itu pada akhir Februari.

"Hampir 5 juta dari orang-orang tersebut telah mengajukan status penduduk sementara di negara-negara tetangga Eropa Barat," menurut data yang dikumpulkan oleh badan tersebut.

"Eskalasi konflik di Ukraina telah menyebabkan korban sipil dan kehancuran infrastruktur sipil, memaksa orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari keselamatan, perlindungan, dan bantuan," tambahnya.

4. Tahanan Perang Bebas

Kepala Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Andrii Yermak, mengatakan bahwa 50 tahanan Ukraina dikembalikan oleh pasukan Rusia. Yermak menambahkan bahwa hampir setengah dari mantan tawanan perang Rusia ditangkap saat membela Mariupol.

Dia menambahkan bahwa 15 tahanan Ukraina dikembalikan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Sementara tujuh dari Pulau Zmiiny.

"Kami terus bekerja untuk pembebasan semua orang kami dari penangkaran. Saya berterima kasih kepada staf koordinasi atas perlakuan terhadap tawanan perang atas pekerjaan yang telah dilakukan," tulis Yermak di platform pesan Telegram, menurut terjemahan NBC News.

"Kami akan mengembalikan semua orang," tambahnya.

5. Warning Belarusia

Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan intelijen Rusia sedang mempersiapkan provokasi di wilayah Belarusia dalam upaya memprovokasi Minsk untuk bergabung dalam perang. Halaman Facebook Staf Umum angkatan bersenjata Ukraina memposting video yang memperingatkan Belarusia bahwa layanan khusus Federasi Rusia sedang merencanakan provokasi di wilayahnya.

Sasaran serangan teror mereka mungkin objek infrastruktur kritis, khususnya PLTN Ostrovet. Staf Umum mengatakan tujuan Rusia adalah memaksa Belarus untuk bergabung dengannya. Ukraina bersikeras tidak menganggap Belarus sebagai musuh.

"Saat ini, banyak hal bergantung pada setiap orang. Kami mengharapkan kewaspadaan dan pemahaman Anda tentang situasi ini," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Angkatan bersenjata Ukraina tidak menyatakan bukti apa yang harus mendukung klaimnya. Sebelumnya telah dinyatakan bahwa mereka yakin Rusia dapat mencoba menyeret Belarus dengan serangan 'bendera palsu'.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hot News: Rusia Umumkan Menang, Hingga China Lockdown Lagi


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading