Internasional

Foto Putin 'Berdarah-Darah' Muncul di Uni Eropa, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
25 November 2022 08:00
Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada para pegawai dan veteran Kementerian Dalam Negeri atas liburan profesional mereka, di Moskow pada 10 November 2022. (MIKHAIL METZEL/SPUTNIK/AFP via Getty Images) Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada para pegawai dan veteran Kementerian Dalam Negeri atas liburan profesional mereka, di Moskow pada 10 November 2022. (MIKHAIL METZEL/SPUTNIK/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah gambar yang menunjukan sosok Presiden Rusia Vladimir Putin telah dipajang di pintu parlemen Uni Eropa (UE). Hal ini terjadi menyusul pemungutan suara di UE tentang apakah akan mengakui Rusia sebagai negara sponsor terorisme.

Gambar pemimpin Rusia menunjukkan Putin dengan tangan berlumuran darah menutupi sebagian besar wajahnya. Tulisan di foto-foto itu berbunyi "dengan suara saya, saya mendukung seorang teroris".

"Poster semacam itu ditempel semalaman di pintu kantor 54 anggota Parlemen Eropa (MEP) yang memberikan suara kemarin menentang penerapan resolusi yang mengakui Rusia sebagai sponsor terorisme," tulis jurnalis Beata PÅ‚omecka dalam bahasa Polandia dikutip Newsweek, Jumat (25/11/2022).

Menyusul serangan Ukraina oleh Rusia pada bulan Februari, Moskow berulang kali menghadapi tuduhan kejahatan perang dari Benua Biru.

Pada hari Rabu, 596 dari 705 Anggota Parlemen Eropa memilih apakah akan mengakui Rusia sebagai negara sponsor terorisme, menurut situs web MEP Watch yang melacak catatan pemungutan suara Anggota Parlemen Eropa.

Sebanyak 494 anggota parlemen memilih untuk mengakui Rusia sebagai negara sponsor terorisme, dengan 58 suara menentang dan 44 abstain. Sebuah laporan Parlemen Eropa juga dicerminkan dalam pemungutan suara.

"Anggota parlemen menyoroti bahwa serangan dan kekejaman yang disengaja dilakukan oleh pasukan Rusia dan proksi mereka terhadap warga sipil di Ukraina, penghancuran infrastruktur sipil dan pelanggaran serius lainnya terhadap hukum internasional dan kemanusiaan merupakan tindakan teror dan merupakan kejahatan perang," kata laporan itu.

"Sehubungan dengan ini, mereka mengakui Rusia sebagai negara sponsor terorisme dan sebagai negara yang 'menggunakan sarana terorisme," tambahnya.

Laporan tersebut juga menyoroti apa yang akan terjadi selanjutnya terkait hubungan antara Rusia dan UE. Diketahui, sebelum serangan, Rusia dan UE memiliki hubungan dagang yang baik di bidang energi.

"Karena UE saat ini tidak dapat secara resmi menunjuk negara sebagai sponsor terorisme, Parlemen meminta UE dan negara anggotanya untuk menerapkan kerangka hukum yang tepat dan mempertimbangkan untuk menambahkan Rusia ke dalam daftar tersebut," ujar kelompok itu lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Ancam Negara Barat, Ukraina Bisa Menjadi Tragedi


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading