Internasional

Pakar Militer Rusia Minta Putin Tembak Kapal NATO

News - sef, CNBC Indonesia
25 November 2022 06:10
Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat selama upacara penghargaan menandai peringatan 75 tahun Badan Medis-Biologis Federal Rusia (FMBA) di Istana Negara Kremlin, 9 November 2022, di Moskow, Rusia. Presiden Putin diperkirakan akan melewatkan KTT Pemimpin G20 dan KTT APEC November ini. (Kontributor/Getty Images) Foto: Presiden Putin diperkirakan akan melewatkan KTT Pemimpin G20 dan KTT APEC November ini. (Kontributor/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pakar militer Rusia menyarankan pemerintah Presiden Vladimir Putin menyerang kapal negara anggota NATO. Ini terjadi kala sebuah panel diadakan di televisi negeri itu membahas konflik yang berlangsung.

Cuplikannya pun viral di media sosial. Pakar militer itu adalah Alexander Sharkovsky.

Negara NATO yang dimaksud adalah Inggris. "Rusia untuk mengambil tindakan terhadap Inggris atas dukungannya terhadap Ukraina," tulis media Newsweek, dikutip Jumat (25/11/2022).

Hal ini menanggapi pandangan sejumlah analis politik, yang menilai Kremlin belum membuat kemajuan signifikan selama perang beberapa bulan terakhir. Ukraina terus mendapat dukungan dari Barat dan konflik tersebut berpotensi menjadi perang yang lebih berlarut-larut.

"Kita dengan jelas melihat posisi Inggris, Kita melihat perbuatan kotornya. Jelas. Kami harus mengambil tindakan tertentu terhadap Inggris," tegasnya.

"(Kapal) Prince of Wales berada di dekat perbatasan Utara kita di Laut Barents. Kita harus melakukan sesuatu untuk itu," tambahnya.

Perlu diketahui awal November, Inggris memang diduga Rusia terlibat dalam serangan drone Ukraina di Krimea. Wilayah tersebut dianeksasi Rusia dari Ukraina sejakĀ 2014 dan jadi pangkalanĀ militer Kremlin.

Bahkan Moskow memanggil Dubes Inggris untuk meminta penjelasan. Rusia juga sempat menuding angkatan laut Inggris, terkait ledakan jaringan pipa gas Nord Stream, meski London membantahnya.

Meski demikian, komentar ini dikritik pengamat lain Victor Olevich. Itu diyakini akan menjadi boomerang bagi Rusia sendiri.

"Maaf, apakah Anda menyarankan agar kita memulai konflik langsung dengan negara NATO?" katanya.

"Serangan terhadap objek militer negara NATO, menggunakan pasukan militer Rusia, secara otomatis akan menimbulkan konflik langsung antara Rusia dan NATO. Bukan itu yang saya usulkan, itu tidak akan membantu Rusia," tegasnya.

Rusia telah menyerang Ukraina sejak 24 Februari. Meski awalnya mengatakan fokus ke Ukraina Timur, pasukan Putin kini membombardir seluruh kota di negara sesama mantan Uni Soviet itu.

Rabu, Rusia dilaporkan menembakkan 65 rudal jelajah kh-101 ke ibu kota Kyiv, serta wilayah Vinnytsia, Lviv, dan Zaporizhzhia. Rudal menyasar rumah warga dan infrastruktur energi.

Serangan itu, disebut salah satu serangan paling 'mengganggu' yang dialami Ukraina dalam beberapa minggu terakhir. Ini telah kembali memutus aliran listrik ke Kyiv dan daerah lain.

"Musuh sekali lagi memutuskan untuk mencoba mencapai dengan teror dan membunuh apa yang tidak dapat dia capai selama sembilan bulan dan tidak akan dapat dicapai," tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Telegram.

"Sebaliknya, dia hanya akan dimintai pertanggungjawaban atas semua kejahatan yang dia bawa ke negara kita," ujarnya lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Panas! Rusia Kecam KTT NATO di Madrid, Ancam PD3 Lagi?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading