Pertamina Didorong Terus Masuk Blok Masela, Sanggup?

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
22 August 2022 12:55
Blok Masela (Dok.Reuters) Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa Presiden Joko Widodo telah mendorong agar PT Pertamina (Persero) dapat masuk ke Blok Masela. Terutama untuk menggantikan Shell yang hengkang dari blok jumbo tersebut.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Presiden Jokowi mempunyai perhatian penuh terhadap pengembangan Blok Masela. Bahkan sudah sejak lama Pertamina didorong untuk ikut ambil bagian.

"Sudah sejak dulu Pertamina selalu ditanya oleh Presiden untuk bisa terlibat didorong untuk terlibat dalam pengembangan Lapangan Abadi Masela dan saat ini Pertamina sedang mempelajari open data, kita akan menunggu bagaimana respon dari Pertamina," ujar Dwi dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (22/8/2022).

Dwi pun berharap Pertamina dapat turut mengelola Blok Masela. Pasalnya, dengan masuknya perusahaan migas pelat merah tersebut ke Blok Masela, semakin membuat investor asing lebih merasa aman dalam menanamkan investasinya.

Adapun selain masalah divestasi Shell yang hingga kini belum juga usai, pengembangan Blok Masela juga dihadapkan dengan tantangan membengkaknya investasi seiring adanya penambahan fasilitas Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS). Kemudian isu yang ketiga yakni masalah keekonomian Blok Masela.

"Tiga isu ini yang kami harapkan diselesaikan di tahun 2022. Inpex juga memasukkan revisi di 2022. Kami berharap 2023 proyek Masela bisa lebih aktif," kata dia.

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Mohammad Kemal mengatakan bahwa Pertamina sendiri diketahui belum mengajukan proposal penawaran untuk masuk ke Blok Masela. Hanya saja, perusahaan migas pelat merah itu tengah melakukan kajian untuk pengambilalihan hak partisipasi Blok Masela dari Shell.

Namun Kemal tak membeberkan seberapa besar nanti hak partisipasi yang akan diambil. Shell sendiri saat ini memiliki 35% hak partisipasi di Blok Masela. "Yang saya pahami (Pertamina) sedang mengevaluasi data," ujar Kemal kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/8/2022).

Adapun selain Pertamina, Kemal juga membeberkan bahwa terdapat perusahaan asal Amerika Serikat yang tengah menjajaki peluang untuk masuk ke Blok Masela. Ia pun berharap pengganti Shell di Blok Masela dapat segera menemui titik kejelasan.

Mengingat, Shell telah membuka datanya ke sejumlah investor untuk menggantikan posisinya. "Iya betul (perusahaan asal AS), ada beberapa perusahaan yang sedang melihat data Masela. Kami mengharapkan bisa selesai dalam waktu dekat agar isu partnership dari Lapangan Abadi bisa cepat selesai," ujar Kemal.

Lebih lanjut, saat data Blok Masela dibuka, sebenarnya sudah cukup banyak investor yang tertarik. Namun dia belum merinci secara detail jumlah dan nama perusahaannya tersebut.

"SKK Migas sendiri cukup aktif untuk menawarkan Blok Masela kepada investor-investor yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar pengembangan Blok Masela dapat segera dikebut. Hal tersebut menyusul tindak lanjut dari pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Jepang.

"Ini Presiden kita tahu semua bahwa ada konsorsium dari Inpex ini keluar dan Presiden ini sudah memerintahkan yang keluar ini digantikan oleh pengusaha nasional baik itu melalui INA atau BUMN," ujar Bahlil dikutip dari Youtube Channel Sekretariat Presiden, Kamis (28/7/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina Didorong Masuk Masela, Ini yang Harus Diperhatikan!


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading