Awas RI 'Diserang', Bos BI: Kita Harus Melindungi Diri!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
10 August 2022 11:16
Apakah ada RI? Ini 6 Negara-Wilayah yang Kena  Resesi Tahun Depan Foto: Infografis/Apakah ada RI? Ini 6 Negara-Wilayah yang Kena Resesi Tahun Depan/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan Indonesia saat ini tengah dibayangi ketidakpastian. Oleh karena itu Indonesia harus melindungi dari dari gangguan eksternal.

Salah satu cara yang ditempuh dalam melindungi diri, kata Perry adalah melalui pengendalian inflasi.


"Dalam memajukan ekonomi dan melindungi diri dari dampak global. Ini penting gerakan nasional pengendalian inflasi pangan," jelas Perry dalam sambutannya dalam peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (10/8/2022).

Perry menjelaskan, dunia sedang bergejolak, ekonomi dunia menurun menuju stagflasi atau resesi di berbagai negara, harga-harga sangat tinggi, harga energi, juga harga minyak melambung tinggi di seluruh dunia.

Kenaikan harga komoditas global tersebut membuat inflasi di berbagai negara juga turut melambung, seperti di Amerika Serikat dan Inggris yang inflasinya sudah menyentuh 9,1% dan Uni Eropa 8,6%.

Inflasi yang tinggi tersebut, kemudian direspon oleh bank sentral masing-masing negara dengan menaikan suku bunga acuan secara agresif.

Belum lagi geopolitik, kata Perry perang Rusia dan Ukraina yang merupakan pemasok 20% kebutuhan energi dan pangan global. Itu kenapa harga-harga pangan global naik tinggi.

"Ini lah yang kita hadapi, dunia sedang bergejolak. Tidak menyerang langsung, tapi kita kena dampaknya, dan mengharuskan kita untuk melindungi diri," ujar Perry.

Seperti diketahui, pada Juli 2022 Indonesia mencatatkan inflasi sebesar 4,94% (year on year/yoy), melebihi sasaran inflasi di tahun 2022 yang sebesar 2% sampai 4%.

Peningkatan inflasi ini didorong oleh tekanan kelompok volatile food atau komoditas pangan, seperti telur ayam, cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah yang mencapai 11,47% (yoy) akibat kenaikan harga komoditas pangan global dan faktor cuaca yang menyebabkan penurunan produksi pangan.

Dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional, pengendalian inflasi pangan melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, menurut Perry sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kenapa pengendalian inflasi penting dari dampak global. Apa yang harus kita lakukan untuk pengendalian inflasi pangan, agar rakyat bisa sejahtera, melalui gerakan nasional pengendalian inflasi pangan," jelas Perry.

Melihat data dengan inflasi pangan telah mencapai 11,47% tersebut, Perry berkomitmen agar inflasi bisa diturunkan menjadi paling tinggi 6% dan paling minimal 5%. Hal ini dilakukan demi mensejahterakan rakyat dan menjaga daya beli masyarakat.

"Itu lah yang ingin kita bawa. Apa yang kita maksud gerakan nasional pengendalian inflasi pangan. Bagaimana kita bersama berjuang, bersatu mengendalikan inflasi pangan agar inflasi pangan bisa turun paling tinggi 6%, kalau bisa 5%," jelas Perry.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Dunia Diramal Makin Memburuk, RI Apa Kabar?


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading