Internasional

Digempur Sanksi Barat, Manufaktur Rusia Masih Ekspansif

News - luc, CNBC Indonesia
01 July 2022 14:00
Bendera Rusia (File Photo Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri manufaktur Rusia stabil pada bulan Juni, bahkan berada dalam zona ekspansi seiring dengan pemulihan permintaan domestik yang menahan pukulan dari kemerosotan ekspor.

Melansir Reuters, Jumat (1/7/2022), S&P Global mencatat purchasing managers' index (PMI) manufaktur Rusia tercatat naik tipis menjadi 50,9 dari 50,8 pada Mei. Nilai indeks di atas 50 menandakan terjadi ekspansi. Adapun, pada Februari-April, PMI manufaktur Rusia berada di bawah 50 yang menandakan kontraksi.

Kendati demikian, industri Rusia tetap di bawah tekanan kuat akibat sanksi Barat yang diberlakukan sebagai tanggapan atas keputusan Moskow untuk mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.


Sementara itu, output manufaktur aktual di Rusia turun pada Juni, S&P Global mencatatkan pembelian yang meningkat dari dalam negeri. Hal tersebut membantu menstabilkan kondisi di tengah penurunan ekspor selama 5 bulan berturut-turut.

Adapu, perusahaan melaporkan tantangan logistik yang signifikan dan kesulitan mendapatkan bahan baku karena sanksi telah menghantam rantai pasokan Rusia.

Menurut perkiraan Renaissance Capital, sekitar sepertiga dari ekspor Rusia dipengaruhi oleh sanksi Barat, sementara rubel yang kuat juga telah mengurangi permintaan untuk produk Rusia di luar negeri.

Mata uang tersebut diperdagangkan pada level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, yakni sekitar 52 rubel per dolar AS.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Australia Tambah Sanksi untuk Rusia, Ada Bank dan Crazy Rich


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading