Alert! RI Bisa Krisis Daging, Harga 'Terbang' ke Rp170.000

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
01 July 2022 11:50
Penjual daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (6/4/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini mewabah ke 19 provinsi bisa mengancam ketersediaan daging di Indonesia. Belum lagi, dalam hitungan hari, umat muslim akan merayakan hari raya kurban, Iduladha yang bertepatan pada 10 Juli 2022.

Sementara itu, Informasi Pangan Jakarta melaporkan, harga daging sapi hari ini, Jumat (1/7/2022) naik Rp402 untuk jenis has (paha belakang) menjadi Rp149.625 per kg, dibandingkan Kamis (30/6/2022).

Bahkan, harga tertinggi sudah 'terbang' ke Rp170.000 per kg, di Pasar Baru Metro Atom.  


Untuk jenis semur (daging sapi murni), harganya dilaporkan turun tipis Rp47 menjadi Rp145.697 per kg. Harga tertinggi dilaporkan mencapai Rp160.000 per kg, di Pasar Pluit. Ini mendekati harga rekor saat Idulfitri kemarin yang mencapai Rp165.000 per kg.

Secara nasional, harga rata-rata daging sapi kualitas 1 hari ini turun tipis Rp50 jadi Rp137.650 per kg. Beberapa daerah melaporkan harga tertinggi Rp160.000 per kg. Diantaranya kota Lhokseumawe, kota Tanjung Pandan, dan kota Sampit.

Sementara, daging sapi kualitas 1 melonjak Rp1.750 menjadi Rp129.950 per kg. Harga tertinggi terjadi di Sumatera Barat, yaitu Rp150.000 per kg.

Untuk jenis semur (daging sapi murni), harganya dilaporkan turun tipis Rp47 menjadi Rp145.697 per kg. Harga tertinggi dilaporkan mencapai Rp160.000 per kg, di Pasar Pluit. Ini mendekati harga rekor saat Idulfitri kemarin yang mencapai Rp165.000 per kg.

Pengamat pertanian Khudori mengatakan, penanganan pemerintah yang terlambat menanggulangi PMK berdampak pada meluasnya penyebaran virus. Padahal, imbuh dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sejak awal memerintahkan pembentukan satgas.

"Hanya saja, pembantu Presiden saat itu menganggap masih bisa dikendalikan. Padahal perkembangannya sudah luar biasa, baru satgas dibentuk," kata Khudori dalam sebuah diskusi virtual, dikutip Jumat (1/7/2022).

"Dan, sekarang, sudah terbit Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Dareah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Food and Mouth Disease). Yang melarang pergerakan hewan ternak atau lockdown seperti instruksi Presiden. Kalau ini tidak segera diatasi, tentu akan terjadi kesulitan pasokan daging, apalagi sebentar lagi Iduladha," lanjut Khudori.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerbitkan Kepmentan No 500.1/2022. Yang menetapkan 19 provinsi sebagai daerah wabah PMK. Dimana, 14 provinsi ditetapkan sebagai daerah dengan penularan 50% ke atas. Sehingga, diberlakukan lockdown di desa/ kecamatan yang terjangkit virus PMK.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang dengan menggunakan pakaian alat pelindung diri melakukan pengecekan kesehatan sapi yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di area Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Banten, Rabu (15/6/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)Foto: Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang dengan menggunakan pakaian alat pelindung diri melakukan pengecekan kesehatan sapi yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di area Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Banten, Rabu (15/6/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang dengan menggunakan pakaian alat pelindung diri melakukan pengecekan kesehatan sapi yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di area Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Banten, Rabu (15/6/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

14 provinsi tersebut adalah:
- Aceh
- Kepulauan Bangka Belitung
- Riau
- Sumatera Barat
- Jambi
- Bengkulu
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Barat.

"Gubernur/ Bupati/ Wali Kota berdasarkan data dimaksud Diktum Ketiga, melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas untuk penutupan wilayah (lockdown) di tingkat kecamatan dan/atau desa yang disebabkan wabah PMK," begitu bunyi diktum Kelima dikutip Jumat (1/7/2022).

Kepmentan itu memerintahkan, lalu lintas hewan dan membuka pasar hewan kecuali dengan pengendalian ketat dari Gugus Tugas, dilarang dilakukan di daerah yang diberlakukan lockdown.

"Mumpung masih ada waktu, pemerintah harus memikirkan implikasi dari kebijakan ini. Agar bisa diatur pergerakan ternak dari daerah yang tidak tertular," kata Khudori.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wabah PMK Serang Ternak, Lalu Lintas Manusia Harus Diawasi


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading