DPR Cecar Kementan Soal Nasib Sapi Kena Penyakit Mulut & Kuku

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 June 2022 13:15
Ilustrasi Peternak Sapi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - DPR mempertanyakan kesiapan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Apalagi, pada awal bulan Juli 2022 ada perayaan Iduladha yang membutuhkan pasokan daging.

Ketua Komisi IV DPR Sudin pun membacakan surat Gubernur Jawa Timur yang menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (foot and mouth disease) pada seluruh wilayah kabupaten/ kota Jawa Timur.

"Saya yakin nggak cukup untuk Idul kurban (Iduladha) nanti. Saya ingin menanyakan kepada Dirjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan), apa hasil kunjungan ke Brasil kemarin?," kata Sudin saat memimpin pembukaan rapat kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Pertanian, Kamis (2/6/2022).


Dirjen PKH Kementan Nasrullah mengatakan, kunjungan tersebut untuk membahas cara penanganan PMK.

"Fokus utama pembicaraan dengan Kementerian Pertanian/ pemerintah Brasil adalah mengenai ingin meminta kerja sama terkait pengalaman penanggulangan PMK selama 50 tahun di sana. Dan sistem yang digunakan dalam penanganan dan pencegahan PMK sehingga Brasil saat ini sudah bisa melakukan pembebasan by zona tanpa vaksinasi dan vaksinasi," kata Nasrullah.

"Hasilnya itu belajar sama orang nggak punya kemampuan. Brasil itu secara country masih PMK. Kenapa nggak belajar ke Australia yang lebih dekat? Sudah bebas PMK? Iya kan?," tukas Sudin merespons penjelasan Nasrullah.

Sudin pun mempertanyakan pengadaan vaksin PMK untuk saat ini.

"Sekarang impor vaksin dari mana?," kata Sudin.

Menurut Nasrullah, pihaknya tengah melakukan pembelian vaksin dari Perancis. Dan mengklaim sudah mendapat outstanding 3 juta.

Sudin mempertanyakan sumbe dana untuk importasi vaksin PMK tersebut.

"Untuk sementara kami menyiapkan untuk yang 1 juta dari APBN," kata Nasrullah.

"Setahu saya you belum ada deal dengan Perancis untuk pembelian 3 juta. Jujur saja. Kalau memang nggak bisa di Perancis, di Malaysia ada nggak? Ada. Di Vietnam ada? Ada. Australia siap membantu. Gitu loh maksud saya. Jangan bilang beli di Perancis, wong Perancis belum jual kok," kata Sudin.

"Kan saya bilang kalau memang nggak ada anggaran, mumpung lagi raker ya refocusing. Anda kalah dengan Biofarma, sudah ke Brasil sebelum anda. Jangan sampai ini komersial vaksin PMK, saya nggak mau. Saya setuju kalau refocusing kalau anda jujur nggak ada anggaran," lanjutnya.

Dia pun mengimbau Kementan bersedia mengakui minimnya anggaran dan melaporkan kondisi sebenarnya kepada Presiden Joko Widodo.

"Mau kita itu ya jujur. Udahlah bilang bencana nasional. Lapor Presiden, lapor Bappenas, lapor Menteri Keuangan. Bagaimana yang sudah kena kita musnahkan. Setiap hari kena, bertambah. Yang namanya sapi perah sudah anjlok produksinya hampir 50%. Kebayang nggak? Masa saya harus tegur keras setiap hari," tukas Sudin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Update: 40.000 Ekor Ternak RI Kena Penyakit Mulut & Kuku


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading