Penjualan Ritel RI Tumbuh, Tapi Melambat

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
10 June 2022 10:20
Pengunjung berbelanja di salah satu mal di Bekasi, Jawa barat, Jumat (22/4/2022). Pusat perbelanjaan atau mal mulai ramai dikunjungi masayarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kasus Covid-19 di Indonesian terus menurun membuat minat masyarakat untuk berbelanja di mal kembali bergeliat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan ritel Indonesia pada April 2022 tumbuh positif. Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada Mei 2022, meski ada perlambatan.

Pada Jumat (10/6/2022), Bank Indonesia merilis hasil Survei Penjualan Eceran. Hasilnya, penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil berada di 239,2 pada April 2022. Naik 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, (year-on-year/yoy). Melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang 9,3% yoy.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), penjualan ritel tumbuh 16,5%. Jauh membaik ketimbang bulan sebelumnya yang tumbuh 2,6% mtm.


"Peningkatan didorong oleh kenaikan aktivitas ekonomi masyarakat pada periode Ramadan dan menjelang Idulfitri," sebut keterangan tertulis BI.

Untuk Mei 2022, BI memperkirakan IPR berada di 239,7. Naik 5,4% yoy dan 0,2% mtm.

"Secara bulanan, peningkatan terjadi pada Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sejalan dengan permintaan masyarakat yang masih tetap kuat. Secara tahunan, penjualan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau diprakirakan tetap tumbuh positif," lanjut laporan BI.

Dari sisi harga, lanjut laporan BI, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Juli dan Oktober 2022 (3 dan 6 bulan mendatang) meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli dan Oktober masing-masing tercatat sebesar 141,7 dan 137,5, atau meningkat dibandingkan 135,6 dan 129,8 pada bulan sebelumnya, sejalan dengan naiknya harga bahan baku, disertai dengan kenaikan harga BBM dan perkiraan responden terhadap terjadinya kendala distribusi barang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pak Anies, BOR DKI Sudah 11%! Bisa Ganggu Ekonomi Nih...


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading