Bangkit! Penjualan Ritel Nanjak, Ekonomi RI Siap Melesat

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
11 January 2022 10:15
Pernak pernik Natal mulai ramai di dekorasi di mal pusat perbelanjaan, Jakarta, Senin (20/12/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pernak pernik Natal mulai ramai di dekorasi di mal pusat perbelanjaan, Jakarta, Senin (20/12/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan ritel Indonesia tumbuh impresif pada November 2021. Sebulan sesudahnya, penjualan ritel pun diperkirakan tumbuh positif.

Bank Indonesia pada Selasa (11/1/2022) melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) periode November 2021 adalah 201. Naik 2,8% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dan melesat 10,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

"Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori dan Makanan, Minuman dan Tembakau yang meningkat, sedangkan pertumbuhan penjualan subkelompok Sandang dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tercatat melambat. Secara tahunan, mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan kinerja penjualan eceran secara tahunan, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Makanan, Minuman, dan Tembakau," papar keterangan BI.

Pada Desember 2021, BI memperkirakan IPR berada d 206,9. Naik 3% mtm dan 8,9% yoy.

"Kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat secara bulanan pada Desember 2021 didorong meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2021 sebesar 206,9 atau secara bulanan tumbuh 3,0% (mtm). Peningkatan penjualan eceran terjadi pada Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Subkelompok Sandang. Secara tahunan, penjualan eceran Desember 2021 diprakirakan tumbuh 8,9% (yoy), terutama ditopang oleh kinerja penjualan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang mencatat pertumbuhan tertinggi," terang laporan BI.

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Februari dan Mei 2022 meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari dan Mei 2022 masing-masing sebesar 129,7 dan 140, lebih tinggi dari 125,5 dan 134,3 pada bulan sebelumnya. Responden menyatakan peningkatan harga didorong oleh faktor musiman seperti HBKN (Imlek dan Idulfitri) dan indikasi adanya kenaikan harga bahan baku.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Membaik Sih, Tapi Penjualan Ritel di RI Masih Minus!


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading