Bye Pandemi! Bank Dunia Ramal Ekonomi RI 2022 Tumbuh 5,1%

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
08 June 2022 08:55
Pengunjung berbelanja di salah satu mal di Bekasi, Jawa barat, Jumat (22/4/2022). Pusat perbelanjaan atau mal mulai ramai dikunjungi masayarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kasus Covid-19 di Indonesian terus menurun membuat minat masyarakat untuk berbelanja di mal kembali bergeliat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pengunjung berbelanja di salah satu mal di Bekasi, Jawa barat, Jumat (22/4/2022). Pusat perbelanjaan atau mal mulai ramai dikunjungi masayarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kasus Covid-19 di Indonesian terus menurun membuat minat masyarakat untuk berbelanja di mal kembali bergeliat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia diramal masih tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2021. Seperti yang dilaporan Bank Dunia, Rabu (8/6/2022) pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,1%.

Patut dipahami, ramalan tersebut memang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5,2%. Hal ini seiring tekanan dari situasi global yang amat memburuk. Ekonomi dunia bahkan diperkirakan hanya tumbuh 2,1%.


Risiko yang membayangi perekonomian dunia di antaranya pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), perang Rusia-Ukraina, gangguan rantai pasok, serta 'hantu' stagflasi.

Motor pendorong perekonomian tanah air adalah konsumsi publik dengan pertumbuhan 6,5% dan investasi 4,4%. Ekspor masih tumbuh tinggi dengan 4,6%, namun impor melesat 5,8% akibat tingginya kebutuhan bahan baku untuk produksi.

Penyebaran kasus covid-19 yang terkendali juga mendorong peningkatan aktivitas masyarakat sehingga pemulihan ekonomi bisa berlanjut. 

Bank Dunia mengingatkan perkembangan ekonomi global sangat berpengaruh besar terhadap Indonesia. Pada satu sisi hal positif datang dari lonjakan harga komoditas. sebut saja batu bara, nikel, bauksit, tembaga hingga minyak kelapa sawit.

Lonjakan mendorong kenaikan ekspor dan memberikan tambahan penerimaan bagi korporasi hingga pemerintah.

Akan tetapi hal ini juga memberikan tekanan terhadap masyarakat apabila pemerintah tidak mengendalikan harga, khususnya energi dan pangan.

Ekonomi Indonesia juga di sisi lain cukup bergantung terhadap China. Pelemahan ekonomi China akan turut menarik Indonesia ke bawah, baik dari sisi perdagangan maupun investasi.

growthFoto: Bank Dunia
growth


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi RI Selevel AS-China Tapi Orang Nganggur Menjamur!


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading