Internasional

Kasus Covid Merajalela, Korut Nekat Cabut Lockdown

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 May 2022 16:20
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), saat memeriksa apotek di Pyongyang. (via REUTERS/KCNA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Utara (Korut) dilaporkan mulai melonggarkan langkah-langkah penguncian atau lockdown Covid-19. Hal ini diambil kendati negara itu masih melaporkan indikasi kenaikan kasus virus corona hingga ratusan ribu per hari.

Kantor berita Jepang Kyodo mengatakan pembatasan pergerakan dicabut di ibu kota Pyongyang pada hari Minggu. Selain Kyodo, media Korea Selatan (Korsel), Yonhap, menyebut pelonggaran sudah dilakukan sebagian.

Laporan ini sendiri timbul setelah rapat Pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un dengan politburo. Dalam laporan Al Jazeera, Kim Jong Un menyebutkan bahwa meski ada kenaikan kasus, kondisi penanganan di negara itu sudah mulai stabil.


"Biro Politik memeriksa masalah koordinasi dan penegakan peraturan dan pedoman anti-epidemi secara efektif dan cepat mengingat situasi anti-epidemi yang stabil saat ini," sebut media resmi pemerintah Korut, KCNA, dikutip Senin (30/5/2022).

KCNA sendiri menambahkan 100.710 orang menunjukkan gejala demam dalam periode 24 jam yang berakhir pada pukul 6 sore di hari Minggu. Penghitungan itu adalah pertama kalinya dugaan infeksi Covid-19 Korut bangkit kembali di atas 100 ribu dalam tiga hari.

Korut sendiri sebenarnya baru saja menemukan kasus Covid-19 pada akhir April hingga pertengahan Mei 2022. Ini lebih lambat daripada mayoritas negara dunia lainnya yang menemukan wabah itu pada kuartal I 2020 lalu.

Pyongyang menyebut bahwa saat dunia dilanda Covid-19, negaranya masih belum menemukan penyakit itu. Bahkan, saat dunia sedang kekurangan vaksin Covid-19, negara komunis itu menolak untuk mendapatkan jutaan vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Meski begitu, rezim Kim Jong Un tidak tinggal diam. Korut mengambil langkah penutupan perbatasannya setelah berkembangnya kasus Covid di tetangganya, China. Tak hanya dari luar, Korut juga sempat memberlakukan tindakan protokol yang ketat di dalam negerinya, termasuk pembatasan perjalanan domestik.

Kebijakan pengetatan ini sendiri sempat mendapatkan sorotan asing. Pasalnya, penutupan perbatasan sangat mengganggu jalur logistik dari luar negara itu. Apalagi, Korut berada dalam ancaman kelaparan yang sangat tinggi karena topan taifun pada 2020 yang merusak persediaan pangan negara itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tolak Jutaan Vaksin, Ini Strategi Kim Jong Un Tangani Covid


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading