Wabah PMK Serang Ternak, Lalu Lintas Manusia Harus Diawasi

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
13 May 2022 10:55
Tekan Penularan PMK, Pemerintah Siapkan Vaksinasi Nasional

Jakarta, CNBC Indonesia - Penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dikhawatirkan bisa memburuk jika pergerakan manusia tidak diawasi secara ketat.

Karena itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM Wasito merekomendasikan pembatasan lalu lintas manusia dari kandang ke kandang. Hal ini, ujar dia, harus menjadi protokol pencegahan yang serius dijalankan untuk menekan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

"Kemudian seminggu atau dua minggu sebelum sapi dipotong sebaiknya diambil dulu darahnya untuk dianalisis ada tidaknya virusĀ PMK. Kalau hasilnya sehat barulah bisa dipotong untuk kemudian dikonsumsi manusia," kata Warsito dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5/2022).


Selanjutnya, kata dia, deteksi cepat, isolasi virus, serta sequencing (pengurutan), dan analisis filogenetik dapat dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus PMK.

Yang dilanjutkan pemilihan vaksin speed virus PMK yang serasi dengan isolat virus yang sedang mewabah di lapangan.

Namun, dia mengingatkan, vaksinasi hanya bvbisa dilakukan kepada hewan yang belum terpapar.

"Pemberian vaksin tidak bisa dilakukan pada hewan yang terpapar penyakit PMK. Vaksin hanya bisa diberikan kepada hewan yang sehat agar tidak terpapar wabah tersebut," kata Warsito.

Apalagi, hewan terjangkit PMK bisa saja tidak menunjukkan gejala klinis secara langsung. Atau, sakit dalam rentang seminggu atau 2 minggu tanpa menunjukkan gejala klinis.

Sementara, hewan yang terpapar PMK mampu menularkan virus ke lingkungan di sekitarnya.

"Jadi sekali lagi vaksin itu diberikan kepada sapi yang sehat. Kalau vaksin diberikan kepada sapi sakit, antibodi yang kemungkinan tidak homolog bisa repot. Artinya bisa terjadi reaksi positif palsu akibat vaksinasi. Terbentuk antibodi tetapi tidak mampu melindungi hewan dari reaksi virus PMK, sehingga kemungkinan diperlukan vaksin DIVA (vaksin penanda)," jelasnya.

Buwas: Daging Kerbau Impor Dijamin Bebas PMKFoto: Buwas: Daging Kerbau Impor Dijamin Bebas PMK
Buwas: Daging Kerbau Impor Dijamin Bebas PMK

Dia menambahkan, menular atau tidaknya virus PMK pada manusia bisa dilihat dari sejarah penyakit serupa pada manusia tahun 1934. Dimana saat itu ada tiga orang yang meminum air susu segar kemudian terpapar. Sejarah lainya adalah tahun 1966 dilaporkan ada orang yang tertular penyakit serupa.

"Gejalanya juga sama. Jadi si hewan demam dan bagian kaki lumpuh. Tapi kan itu tahun 1934 dan tahun 1966. Tentu kejadian dan penanganya mungkin berbeda," kata Warsito.

Sementara itu, mengutip Buku Pedoman Kesiagaan Darurat Veteriner Indonesia Seri Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Edisi 3.1 tahun 2022 yang diliris Kementerian Pertanian (Kementan) disebutkan, penyakit hewan menular yang paling penting dan paling ditakuti semua negara di dunia. Yang dapat menyebar sangat cepat, melampaui batas negara, menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi.

Indonesia sendiri berhasil mendeklarasikanĀ status bebas PMK pada tahun 1986 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 260/Kpts/TN.510/5/1986 dan
kemudian mendapatkan pengakuan dunia terhadap status bebas PMK tanpa vaksinasi sebagaimana tercantum dalam Resolusi Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) Nomor XI Tahun 1990.

PMK diakui masih jadi ancaman bagi dunia, terutama Asia Tenggara dan jadi ancaman nyata kemungkinan masuknya PMK ke Indonesia.

"Aktivitas perdagangan lintas batas yang semakin intensif dapat menjadi potensi masuknya penyakit hewan dari luar negeri, seperti PMK," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kementan) Nasrullah pada lembar pengantar, dikutip Jumat (13/5/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Daging Sapi Kena PMK Ternyata Masih Bisa Dimakan, Kok Bisa?


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading