Internasional

Potong Pajak Ekspor, Malaysia Jadi Juru Selamat Sawit Dunia?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 May 2022 15:01
A worker unloads palm oil fruit bunches from a lorry inside a palm oil mill in Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia January 30, 2019.  Picture taken January 30, 2019.  REUTERS/Lai Seng Sin

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia berencana untuk memangkas pajak ekspor minyak sawit dan memperlambat implementasi mandat biodiesel. Hal ini dilakukan negara itu untuk membantu mengisi pasokan global setelah Indonesia memutuskan untuk menahan sementara ekspor minyak sawitnya.

Menteri Industri dan Komoditas Perkebunan Zuraida Kamaruddin mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa kementeriannya telah mengusulkan pemotongan tersebut kepada kementerian keuangan. Mereka bahkan telah membentuk sebuah komite untuk melihat rinciannya.


"Malaysia, produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia, dapat memotong pajak menjadi 4%-6% dari saat ini 8%. Pemotongan itu kemungkinan akan bersifat sementara dan keputusan dapat dibuat pada awal Juni," kata Zuraida kepada Reuters, Selasa (10/5/2022).

"Dalam masa krisis ini, mungkin kita bisa sedikit bersantai agar lebih banyak minyak sawit yang bisa diekspor."

Zuraida mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara pengimpor telah meminta Malaysia untuk mengurangi pajak ekspornya. Selain itu, beberapa negara seperti India, Iran, dan Bangladesh telah mengusulkan perdagangan barter untuk minyak sawit.

"Malaysia juga akan memperlambat implementasi mandat biodiesel B30, yang mengharuskan sebagian biodiesel negara dicampur dengan 30% minyak sawit, untuk memprioritaskan pasokan ke industri makanan," tambahnya.

Adapun, permintaan minyak sawit global meningkat karena serangan Rusia ke tetangganya, Ukraina. Ukraina sendiri merupakan produsen minyak biji bunga matahari yang cukup besar sehingga serangan militer ini membuat negara yang bergantung pada komoditas itu berpaling ke minyak sawit.

Di tengah lonjakan permintaan ini, Indonesia selaku produsen minyak sawit terbesar di dunia justru menangguhkan sementara pasokan ekspornya. Ini dilakukan untuk menstabilkan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Malaysia Bersiap Masuk Fase 'New Normal' dengan Covid-19


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading