Internasional

Mengungkap Misi "Pasukan" Facebook Putin, Siapa Mereka?

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
12 April 2022 16:25
In this Sept. 2010 photo released on Saturday, Oct. 30, 2010, Russian Prime Minister Vladimir Putin pats a horse during his trip in Ubsunur Hollow in the Siberian Tyva region (also referred to as Tuva), on the border with Mongolia, Russia. (AP Photo/RIA Novosti, Alexei Druzhinin, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang meletus di Ukraina akibat serangan Rusia ke negara itu telah memicu kecaman dalam skala global, khususnya dari para pemimpin negara yang selama ini memosisikan diri berseberangan dengan Vladimir Putin.

Kecaman tak hanya datang secara resmi dari pemerintahan, tetapi juga masyarakat yang tak sepakat dengan langkah drastis Kremlin untuk menyerang Kyiv.

Namun, hal tersebut nyatanya memunculkan fenomena unik di jagat sosial media. Sejumlah grup yang memiliki pengikut dengan jumlah signifikan di Facebook diketahui tiba-tiba muncul dan mengambil posisi di sisi Putin.


Layaknya peran pendengung (buzzer), berbagai unggahan yang menunjukkan citra Putin sebagai orang yang bersahabat dengan senyuman dan gambaran sikap penuh cinta memenuhi Facebook. Kelompok ini memiliki pengikut yang besar sehingga mampu menjangkau jutaan orang.

Terkait fenomena tersebut, BBC International mencoba melakukan penelusuran dari mana pada superfans Putin, istilah yang dipakai, ini berasal dan karakteristiknya.

 

Jumlah yang Besar

BBC dengan bantuan dari Institute for Strategic Dialogue (ISD) mencoba melakukan investigasi terhadap superfans Putin ini.

Adapun, peneliti ISD mengidentifikasi 10 grup publik pro-Putin, yang mengusung sejumlah jargon seperti "Vladimir Putin - Leader of The Free World". Grup-grup tersebut memiliki lebih dari 650.000 anggota.

Konten-konten yang diunggah mencakup foto dan pesan-pesan yang memuji pemimpin Rusia tersebut, ditulis dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Rusia, Farsi, Arab, dan Khmer.

Tak hanya populer, grup-grup itu pun tercatat sangat aktif. Dalam sebulan terakhir, peneliti menghitung ada 16.500 postingan dengan 3,6 juta interaksi.

Bisa dibilang, tujuan keseluruhan dari kelompok tersebut tampaknya adalah untuk mempromosikan Putin sebagai pahlawan yang 'menantang' Barat, dengan dukungan internasional yang luar biasa.

Dalam berbagai foto, Putin digambarkan "berjalan dengan percaya diri, menggendong anak anjing, menatap penuh kerinduan ke kamera, memberi hormat kepada pasukan, dan menunggangi berbagai hewan liar, termasuk beruang dan singa," kata laporan tersebut.

Adapun, kelompok-kelompok ini telah memperoleh lebih dari 100.000 anggota baru sejak dimulainya serangan ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Masuk lebih jauh ke grup tersebut, ternyata banyak yang terdaftar sebagai administrator memiliki akun duplikat dengan nama yang sama. Para peneliti menemukan setidaknya ada 100 akun seperti itu di jaringan tersebut.

Akun-akun ini umumnya saling mengikuti dan terkadang mengunggah pesan yang "menghangatkan hati" atau mengirim emoji hati satu sama lain. Dan mereka mengelola akun pro-Putin ini bersama orang lain yang berpura-pura menjadi Federasi Rusia atau dinas keamanan Rusia, yang jelas-jelas palsu.

Adapun, menjalankan akun duplikat berpotensi melanggar aturan Facebook tentang perilaku tidak autentik.

Peneliti utama ISD Moustafa Ayad menyebut praktik itu sebagai contoh "astroturfing" - operasi online yang melibatkan banyak akun yang secara keliru memberi kesan dukungan akar rumput yang lebih luas.

"Kampanye menciptakan dukungan luas untuk Putin dan Kremlin di bawah bayang-bayang invasi dan bergantung pada ... akun tidak autentik untuk mencapai tujuannya", menurut laporan ISD.

Militansi Tanpa Batas
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading