Internasional

Bye Petrodolar, Arab Saudi Mau Terima Yuan untuk Beli Minyak?

News - sef, CNBC Indonesia
17 March 2022 10:35
FILE PHOTO: Benjamin Franklin U.S. 100 dollar banknotes and a Chinese 100 yuan banknote with the late Chinese Chairman Mao Zedong are seen in this file picture illustration in Beijing, China, January 21, 2016. REUTERS/Jason Lee/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi disebut sedang dalam pembicaraan aktif dengan China terkait penggunaan mata uang Yuan untuk membeli minyak. Hal ini disebut sebagai langkah baru guna mengurangi dominasi dolar AS di pasar minyak global.

Wall Street Journal menulis, pembicaraan ini sebenarnya sudah terjadi selama enam tahun terakhir. Namun ketidaksenangan Negeri Raja Salman pada komitmen keamanan AS pada kerajaan beberapa dekade ini membuat pembicaraan kian gencar.


"Arab Saudi marah atas kurangnya dukungan AS untuk intervensi mereka dalam perang saudara Yaman dan atas upaya pemerintahan Biden untuk mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya," tulis media itu mengutip sumber, dimuat Rabu (16/3/2022).

"Para pejabat Arab Saudi mengatakan mereka terkejut dengan penarikan mendadak AS dari Afghanistan tahun lalu."

China sendiri telah membeli lebih dari 25% minyak yang diekspor Arab Saudi. Jika dihargai dalam yuan, penjualan tersebut akan mendongkrak posisi mata uang China.

Arab Saudi juga mempertimbangkan untuk memasukkan kontrak berjangka berdenominasi yuan, yang dikenal sebagai petroyuan. China memperkenalkan kontrak minyak dengan harga yuan pada tahun 2018 sebagai bagian dari upayanya untuk membuat mata uangnya dapat diperdagangkan di seluruh dunia.

Impor minyak China telah membengkak selama tiga dekade terakhir. Ini sejalan dengan pertumbuhan ekonominya.

Menurut data dari Administrasi Umum Bea Cukai China, Arab Saudi adalah pemasok minyak mentah utama Tirai Bambu pada tahun 2021, disusul Rusia. Negara Islam itu menjual 1,76 juta barel per hari.

"Dinamika telah berubah secara dramatis. Hubungan AS dengan Arab Saudi telah berubah," kata seorang pejabat Saudi yang mengetahui pembicaraan tersebut.

"China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia dan mereka menawarkan banyak insentif yang menguntungkan kepada kerajaan."

Selama ini pembelian minyak menggunakan sistem petrodolar. Ini merupakan sebuah kesepakatan berlaku pada transaksi perdagangan minyak dunia, di mana setiap pembelian minyak yang dilakukan hanya bisa menggunakan dolar sebagai mata uang pembayarannya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Geger Arab Saudi Bangun Rudal Balistik Dibeking China


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading