Surplus Dagang 22 Bulan Beruntun, Ekonomi RI Makin Kuat

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
15 March 2022 21:25
BI, Bank Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Surplus neraca perdagangan yang kembali terjadi pada Februari 2022 melanjutkan tren positif dalam 22 bulan beruntun. Hal ini berperan besar dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Kinerja positif ini melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020. Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan telah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," kata Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Selasa (15/3/2022)


Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca dagang mencapai US$ 3,83 miliar. Surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang mencapai US$ 0,96 miliar.

Surplus neraca perdagangan Februari 2022 bersumber dari kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah peningkatan defisit neraca perdagangan migas. Pada Februari 2022, surplus neraca perdagangan nonmigas mencapai 5,73 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 2,29 miliar dolar AS.

Perkembangan positif tersebut didukung oleh meningkatnya ekspor nonmigas dari 18,27 miliar dolar AS pada Januari 2022 menjadi 19,47 miliar dolar AS pada Februari 2022. Peningkatan kinerja ekspor nonmigas dipengaruhi oleh ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti batu bara, logam mulia, dan timah, serta produk manufaktur, termasuk berbagai produk kimia yang membaik. Ditinjau dari negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang tetap tinggi seiring dengan pemulihan permintaan global.

Adapun impor nonmigas masih kuat pada seluruh komponen, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang berlanjut. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas meningkat dari 1,33 miliar dolar AS pada Januari 2022 menjadi 1,91 miliar dolar AS pada Februari 2022, sejalan dengan peningkatan impor migas yang lebih tinggi dari ekspor migas.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas kebijakan terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal serta mendukung pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Impor US$ 16,2 M, Neraca Dagang RI Cetak Surplus US$ 5,7 M


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading