Impor US$ 16,2 M, Neraca Dagang RI Cetak Surplus US$ 5,7 M

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
15 November 2021 11:41
Kepala BPS, Margo Yuwono dalam Konferensi pers Kepala BPS terkait ekspor & impor Indonesia (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada Oktober 2021, US$ 5,74 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan impor pada Oktober 2021 mencapai US$ 16,29 miliar, naik 0,36% mtm dan 51,06% yoy.

Demikianlah disampaikan Margo Yuwono, Kepala BPS dalam konferensi pers yang digelar, Senin (15/11/2021)


Sementara itu, ekspor Indonesia pada Oktober 2021 mencapai US$ 22,03 miliar, naik 53,35% secara year on year (yoy) dan 6,89% dibandingkan bulan sebelumnya. Realisasi ini juga membawa ekspor Indonesia kembali menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Rinciannya, ekspor migas mencapai US$ 1,03 miliar dan non migas mencapai US$ 21 miliar. Sementara secara sektoral, ekspor terbesar ditopang oleh barang komoditas, seperti batu bara dan minyak kelapa sawit.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor tumbuh 46,06% dibandingkan Oktober 2020 (year-on-year/yoy). Melambat dibandingkan September yang tumbuh 47,64%.

Sedangkan impor diperkirakan tumbuh 58,35%. Jauh lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang tumbuh 40,31%.

Meski impor tumbuh lebih cepat ketimbang ekspor, tetapi neraca perdagangan diperkirakan masih surplus US$ 3,89 miliar. Kalau terwujud, maka neraca perdagangan Indonesia akan mengalami surplus selama 18 bulan beruntun alias 1,5 tahun.

Surplus neraca perdagangan akan sangat membantu kinerja transaksi berjalan. Saat transaksi berjalan semakin sehat, maka nilai tukar rupiah akan lebih stabil.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading