Top! Neraca Dagang RI Surplus Dalam 20 Bulan Beruntun

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
17 January 2022 11:51
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada Desember 2021, yaitu sebesar US$ 1,02 miliar. Ini menandai kabar bahagia dalam 20 bulan terakhir.

"Surplus ini terjadi selama 20 bulan beruntun," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (17/1/2022).


BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor IndonesiaFoto: BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia
BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia

Ekspor pada Desember 2021 sebesar US$ 22,38 miliar atau tumbuh 35,30% (year on year/yoy). Sementara dibandingkan bulan sebelumnya ada penurunan 2,04%.

BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor IndonesiaFoto: BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia
BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia

Impor Desember mencapai US$ 21,36 miliar naik 47,93% yoy dan 10,52% mtm. Maka artinya surplus mencapai US$ 1,02 miliar.

BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor IndonesiaFoto: BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia
BPS mengumumkan perkembangan ekspor dan impor Indonesia

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor tumbuh 40,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Sementara impor diperkirakan tumbuh 39,7% yoy. Ini membuat neraca perdagangan bakal mengalami surplus US$ 3,05 miliar.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan ekspor maupun impor memang melambat. Pada November 2021, ekspor melonjak 49,7% yoy dan impor melesat 52,62% yoy. Surplus neraca perdagangan pun agak mengendur, karena pada November 2021 tercatat US$ 3,51 miliar.

Meski demikian, kinerja perdagangan internasional Indonesia sepanjang 2021 patut diacungi jempol. Selama 2021, tidak pernah sebulan pun neraca perdagangan mengalami defisit. Kali terakhir neraca perdagangan berada di teritori negatif adalah pada April 2020


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Neraca Dagang RI: Untung dari AS Tapi Keok atas Thailand


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading