Jatuh Tempo! Utang Lapindo Rp 2,2 T, Bakrie Baru Bayar Rp 5 M

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
28 January 2022 15:56
Kampung Tenggelam Lumpur Lapindo (Budi Sugiharto/detikcom/File Foto 2015)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat utang perusahaan milik Aburizal Bakrie ke negara sebesar Rp 2,23 triliun hingga 31 Desember 2020, terkait dengan lumpur lapindo miliknya yang ada di Sidoarjo.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan, nilai utang itu berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI). Nilai tersebut sudah termasuk denda dan bunga utangnya.


"Sudah jatuh tempo berikut bunga dan denda, itu sekarang sudah di atas Rp 2 triliun (utang Lapindo)," ujarnya dalam bincang media, Jumat (28/1/2022).

Menurutnya, utang Lapindo akan makin tinggi jika tidak segera dibayar. Sebab, dendanya akan terus bertambah jika tidak ada pelunasan dari pihak Bakrie.

"Mengenai Lapindo pada dasarnya kami di DJKN akan melakukan sesuai ketentuan. Semakin lama dendanya akan kami hitung. Itu dasarnya nanti," jelasnya.

Adapun utang terkait Lapindo yang melilit keluarga Bakrie ini berawal pada Maret 2007. Saat itu pemerintah memberikan dana talangan untuk ganti rugi bencana alam Lumpur Lapindo melalui perjanjian Pemberian Pinjaman Dana Antisipasi untuk Melunasi Pembelian Tanah dan Bangunan Warga Korban Luapan Lumpur Sidoarjo dalam Peta Area Terdampak 22 Maret 2007.

Pada saat itu perusahaan Bakrie memperoleh pinjaman Rp 781,68 miliar. Namun utang yang ditarik dari pemerintah (dana talangan) sebesar Rp 773,8 miliar. Perjanjian pinjaman tersebut memiliki tenor 4 tahun dengan suku bunga 4,8%.

Sedangkan denda yang disepakati adalah 1/1.000 per hari dari nilai pinjaman. Kala perjanjian disepakati, Lapindo akan mencicil empat kali sehingga tidak perlu membayar denda. Atau Lunas pada 2019 lalu.

Namun, ternyata hingga saat jatuh tempo, Lapindo baru mencicil satu kali dan besarannya hanya Rp 5 miliar dari total utang Rp 773,8 miliar tersebut. Sampai saat ini belum ada pembayaran lanjutan sehingga utangnya makin bertambah karena denda terus berjalan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bakrie & Daftar Terbaru yang Tersangkut Megaskandal BLBI


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading