Layangan Putus Batu Bara Indonesia

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 January 2022 12:50
Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022).¬†(CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara naik-turun dengan tajam belakangan ini. Gara-garanya adalah kebijakan Indonesia, eksportir batu bara terbesar dunia.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 173,2/ton. Melesat 3,03% dibandingkan hari sebelumnya.

Lonjakan ini terjadi setelah harga batu bara turun tiga hari beruntun. Selama tiga hari itu, harga anjlok 6,61%.


Koreksi selama tiga hari itu terjadi karena pemerintah Indonesia memutuskan untuk kembali mengizinkan ekspor batu bara secara bertahap. Sebelumnya, pemerintah melarang ekspor selama sebulan karena ketersediaan batu bara di pembangkit listrik domestik sudah kritis.

Akan tetapi, ada dinamika terbaru. Ternyata hingga kemarin siang belum ada satupun kapal pengangkut batu bara yang meninggalkan pelabuhan di Tanah Air.

"Belum. Kita akan lepas secara bertahap. Pokoknya kalau sudah memenuhi kriteria-kriterianya baru dilepas," ungkap Jodi Mahardi, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Halaman Selanjutnya --> Dunia Bisa Gelap Gulita Karena Indonesia

Dunia Bisa Gelap Gulita Karena Indonesia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading