Internasional

Omicron Bawa "Kabar Buruk", ADB Pangkas Ekonomi Asia

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 December 2021 14:15
A worker walks past inside the Asian Development Bank (ADB) headquarters in Manila June 17, 2009. REUTERS/Cheryl Ravelo/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Pembangunan Asia atau ADB memberikan peringatan terbaru mengenai dampak timbulnya varian Omicron kepada ekonomi Asia. Lembaga keuangan itu menyebut bahwa varian baru ini memiliki dampak ekonomi yang sangat substansial.

Bahkan, akibat kemunculan varian baru Covid-19 ini, lembaga peminjam yang berpusat di Manila itu memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi Asia pada 2021 dan 2022. ADB mencatat di 2021 akan ada pertumbuhan 7%, lebih rendah dibanding prediksi September lalu yang berada di angka 7,1%.


Untuk 2022, ABD memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Asia berada di kisaran 5,3%, juga lebih rendah dibanding prediksi September lalu yang menempatkan angka 5,4%.

"Meskipun ada penurunan tajam dalam infeksi dan peningkatan vaksinasi di seluruh wilayah yang membentang dari Kepulauan Cook di Pasifik hingga Kazakhstan di Asia Tengah, lonjakan global dalam kasus Covid-19 menunjukkan pandemi akan membutuhkan waktu untuk berhenti," kata lembaga itu dikutip AFP, Selasa (14/12/2021).

"Sementara kawasan itu diperkirakan akan mempertahankan "rebound yang kuat" dan menjaga inflasi pada tingkat yang terkendali, kemunculan Omicron telah membawa ketidakpastian tambahan."

ADB menyebut bahwa Omicron dapat membuat kesenjangan baru di Asia. Pasalnya negara-negara dengan angka vaksinasi tinggi tentu akan melanjutkan kegiatannya sementara negara dengan angka vaksinasi rendah cenderung kepada menutup akses masuknya dan membatasi mobilitas warganya.

"Gelombang pandemi baru dapat membalikkan tren pembukaan kembali saat ini di banyak negara karena cakupan vaksinasi yang masih tidak memadai," ujar ADB memperingatkan.

WHO sendiri telah memasukkan Omicron sebagai "varian of concern" atau varian yang sedang dalam perhatian khusus. Badan PBB itu menyebut masih akan melakukan pendalaman terkait virus yang membawa 32 mutasi pada protein lonjakannya itu.

Sementara itu, kematian pertama akibat virus ini telah diumumkan. Kematian itu terjadi di Inggris. Meski begitu, beberapa negara yang telah kemasukan varian yang awalnya berkembang di Afrika ini menyebut bahwa mayoritas pasien Omicron menunjukan gejala yang sangat ringan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Ini Jawaban 'Melegakan' Bos Pfizer Soal Varian Omicron


(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading