Gejala Tak Biasa Covid Varian Omicron, Ini Cara Pencegahannya

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 December 2021 12:20
Omicron sars-CoV-2. (REUTERS/DADO RUVIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian baru virus Corona Omicron terus meluas ke berbagai negara-negara. Mutasi Covid-19 yang awalnya ditemukan di Afrika Selatan ini disebut memiliki gejala yang berbeda dengan varian Covid-19 sebelumnya.

Angelique Coetzee adalah dokter pertama di Afrika Selatan (Afsel) yang melaporkan gejala varian Omicron. Menurut dia, gejala dari varian omicron tidak biasa, tapi gejalanya masuk kategori ringan.


Dia menjelaskan, para pasien Covid-19 ini datang dengan kondisi mengalami kelelahan hebat, bahkan ada seorang anak berusia enam tahun dengan denyut nadi yang sangat tinggi. Namun tidak ada satupun yang menderita kehilangan penciuman alias anosmia.

"Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya," kata Coetzee yang juga menjabat sebagai pimpinan di Asosiasi Medis Afsel seperti dikutip dari The Telegraph, Sabtu (4/12/2021).

Menurutnya, ada satu kasus yang menarik di mana seorang anak dengan usia sekitar enam tahun memiliki gejala suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi. "Saya bertanya-tanya apakah saya harus menerimanya. Tetapi ketika saya menindaklanjuti dua hari kemudian, dia jauh lebih baik," tambahnya.

Anegliec menyebut, secara keseluruhan, sekitar 24 pasiennya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala varian Omicron. Mereka kebanyakan adalah pria sehat yang merasa sangat lelah, dengan setengah dari mereka tidak divaksinasi.

Dia menambahkan, semua pasiennya dalam kondisi sehat. Namun Angelic khawatir jika varian baru ini menyerang kelompok lansia. Apalagi jika disertai penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, atau dengan tingkat keparahan lain.

Sementara itu, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dr. Gunadi, SpBA, PhD mengatakan vaksin menjadi kunci di dalam mengatasi varian Omicron.

"Kasus di Afsel banyak terjadi pada pasien berusia 18-34 tahun dengan tingkat cakupan (coverage) vaksin rendah. Artinya vaksin ini sangat penting untuk menghadapi infeksi Covid-19," kata Gunadi seperti dilansir detik.com.

Menurut dia, jenis vaksin apapun bisa digunakan untuk meningkatkan perlindungan diri. Tentunya vaksin yang sudah mendapatkan izin edar dalam menjamin keamanan dan efektivitas.

Sebagai informasi, Varian yang membawa 32 mutasi ini telah terdeteksi di negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Nigeria, Kanada, Portugal, Jerman, Belanda, Portugal, Arab Saudi, Australia, Hong Kong, Belgia, Perancis, Chili hingga Malaysia.

Varian Omicron sendiri telah dimasukkan sebagai 'variant of concern' oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Varian itu awalnya merebak luas di Botswana dan Afrika Selatan. Hingga saat ini, WHO masih melakukan penelitian lanjutan mengenai virus itu, terutama mengenai kemampuan virus itu dalam melawan imun yang dibuat oleh vaksin Covid-19 biasa.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cegah Omicron, Pejabat Negara Dilarang ke Luar Negeri


(sys)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading